| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15260 | 0.23% |
GBPUSD | 1.35860 | 0.20% |
AUDUSD | 0.73500 | -0.18% |
NZDUSD | 0.69300 | 0.07% |
USDJPY | 113.600 | -0.17% |
USDCHF | 0.93110 | -0.19% |
USDCAD | 1.24630 | -0.02% |
GOLDUD | 1759.775 | 0.10% |
COFR | 1144639 | -0.76% |
USD/IDR | 14205 | 0.09% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 13 Oktober 2021 - Ekspektasi peningkatan permintaan minyak yang dipicu oleh krisis energi yang makin meluas terutama menjelang musim dingin mendukung pergerakan harga minyak. Meski demikian, ancaman inflasi yang berpotensi menghambat pemulihan ekonomi global membebani pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Jepang susul negara lainnya yang dilanda krisis energi. Harga listrik di Jepang telah naik ke level tertinggi sembilan bulan minggu ini dipicu oleh kenaikan harga global minyak, gas alam cair (LNG) dan batu bara. Persediaan LNG telah ditambah dan sekarang di atas 2.4 juta ton atau sekitar 600,000 ton lebih tinggi dari rata-rata empat tahun untuk tahun ini, kata kementerian industri Jepang pada hari Selasa.
Turut mendukung harga minyak, Asosiasi Pengecer Bensin di Inggris pada hari Selasa mengatakan sepersepuluh stasiun bahan bakar di London dan Inggris bagian tenggara masih mengalami kekosongan akibat aksi "panic buying".
Sementara itu, ancaman inflasi akibat berlangsungnya krisis energi berpotensi menghambat pemulihan ekonomi pasca pandemi, khususnya di AS dan kekuatan industri utama lainnya. Dalam laporan Outlook Ekonomi Dunia yang dirilis pada hari Selasa, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan global 2021 menjadi 5.9% dari perkiraan 6.0% yang dibuat pada bulan Juli. Namun, IMF tetap mempertahankan perkiraan pertumbuhan global 2022 tidak berubah di 4.9%.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,160,000 - 1,180,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,120,000 - 1,100,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||