Home
>
News
>
Publication
>
Aktifitas Perjalanan di Asia Kembali Lesu, Minyak Ikut Tertekan
Aktifitas Perjalanan di Asia Kembali Lesu, Minyak Ikut Tertekan
Friday, 16 July 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.18120

-0.04%

GBPUSD

1.38280

0.00%

AUDUSD

0.74270

-0.07%

NZDUSD

0.69820

0.21%

USDJPY

109.860

0.15%

USDCHF

0.91750

0.13%

USDCAD

1.25900

-0.10%

GOLDUD

1829.177

-0.16%

COFR

1031833

0.21%

USD/IDR

14490

0.14%

Fokus Crude Oil:

  1. OPEC perkirakan permintaan minyak dunia akan meningkat tahun depan ke level sebelum pandemi.
  2. Penerbangan terjadwal di Asia minggu ini turun drastis dibanding minggu yang sama sebelum pandemi tahun 2019. 


Jumat, 16 Juli 2021 - Harga minyak pada penutupan pekan pagi ini terpantau menguat tipis didukung oleh proyeksi positif OPEC mengenai pertumbuhan permintaan minyak global. Namun, potensi penguncian dan pembatasan baru di Asia akibat melonjaknya Covid-19 membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Dalam laporan yang dirilis pada hari Kamis , OPEC memperkirakan bahwa permintaan minyak dunia akan meningkat tahun depan ke level yang terlihat sebelum pandemi, sekitar 100 juta bph, dipicu oleh pertumbuhan permintaan di AS, China dan India. Sementara dari sisi produksi, laporan tersebut menyebutkan produksi OPEC pada Juni meningkat 590,000 bph menjadi 26.03 juta bph, dan output diperkirakan akan meningkat lebih lanjut pada bulan Juli.

Sementara itu, dalam laporan yang dirilis penyedia data perjalanan global, OAG menunjukkan bahwa penerbangan terjadwal di Asia mengalami penurunan drastis minggu ini dibanding minggu yang sama di pra-pandemi 2019, penurunan tersebut antara lain terlihat di Australia, Jepang, Korea Selatan, dan India yang masing-masing turun 56.7%, 55.6%, 46.4% dan 40.1%, dipicu oleh kenaikan harga minyak yang berdampak pada biaya operasi dan margin penyulingan minyak mentah lebih rendah dari $2.50 per barel serta diperparah dengan pandemi Covid-19 yang memburuk, secara tidak langsung turut membebani pemulihan permintaan bahan bakar jet di Asia. 

Australia pada hari Kamis memutuskan melakukan penguncian selama lima hari di Melbourne menyusul Sydney, seiring dengan lonjakan infeksi Covid-19 di dua pusat populasi utama negara itu. Perdana Menteri Korea Selatan pada hari Jumat mempertimbangkan lebih banyak pembatasan pada pertemuan pribadi setelah pihak otoritas melaporkan 1,536 kasus infeksi baru. Thailand pada hari Jumat melaporkan rekor harian infeksi baru yang mencapai 9,692 kasus. 

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,050,000 - 1,070,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,000,000 - 980,000 per barel. 


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Retail Sales MoM

-

-0.4%

-1.3%

21:00

USA - Business Inventories MoM

-

0.5%

-0.2%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788