| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.17240 | -0.02% |
GBPUSD | 1.36560 | -0.01% |
AUDUSD | 0.72290 | 0.21% |
NZDUSD | 0.70050 | 0.16% |
USDJPY | 109.210 | 0.20% |
USDCHF | 0.92350 | 0.08% |
USDCAD | 1.28220 | -0.28% |
GOLDUD | 1774.300 | 0.22% |
COFR | 1008196 | 0.64% |
USD/IDR | 14230 | 0.07% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 22 September 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak dalam tren bullish didukung oleh sentimen dari laporan API serta pernyataan positif Menteri Energi UEA yang meredam kekhawatiran surplus pasokan dari OPEC+. Meski demikian, potensi kembalinya barel Iran ke pasar minyak global dan aksi semi-shutdown di beberapa kota di China, membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Dalam sebuah pernyataan yang dilontarkan pada hari Selasa, Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed Al Mazrouei menekankan bahwa OPEC+ tidak perlu mengubah arah rencana produksi untuk saat ini. Dia juga menambahkan bahwa OPEC+ tidak khawatir akan surplus pasokan tahun depan karena saat ini beberapa anggota produsen OPEC+ seperti Nigeria, Angola dan Kazakhstan sedang berjuang meningkatkan produksi ke level yang ditargetkan. Komite Teknis Gabungan OPEC+ dijadwalkan akan bertemu pada 29 September nanti, sebelum dilanjutkan ke pertemuan tingkat menteri pada 4 Oktober mendatang.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan merosot turun sebesar 6.11 juta barel, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API). Diperkirakan pasokan minyak mentah AS akan tetap ketat dalam jangka waktu dekat, terlebih setelah Royal Dutch Shell - produsen terbesar di Teluk Meksiko - pada hari Senin mengatakan kerusakan fasilitas dapat mengganggu produksi hingga awal tahun depan. Namun, untuk konfirmasi resmi, pasar masih menanti laporan yang akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).
Sementara itu, Presiden Iran Ebrahim Raisi pada hari Selasa memberikan sinyal bahwa negosiasi terkait kesepakatan nuklir akan dilanjutkan dalam beberapa minggu mendatang. Namun, Raisi menegaskan bahwa Iran menginginkan negosiasi yang mengarah pada pencabutan sanksi AS. Sebelumnya Iran dan AS pada bulan April memulai pembicaraan tidak langsung di Wina terkait kesepakatan nuklir dimaksud, akan tetapi pembicaraan itu terhenti pasca Raisi terpilih sebagai Presiden baru Iran pada bulan Juni. Sinyal dari Raisi memicu potensi akan kembalinya barel Iran ke pasar minyak global.
Turut membebani pergerakan harga minyak, kota Harbin di timur laut China menerapkan semi-shutdown pasca dilaporkannya kasus infeksi lokal untuk pertama kalinya sejak awal Februari. Selain Harbin, pelaporan kasus lokal juga ditemukan di empat kota di Fujian yaitu Putian, Xiamen, Quanzhou dan Zhangzhou, yang memaksa otoritas lokal juga menerapkan sistem semi-shutdown.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,020,000 - 1,040,000 per barel serta kisaran Support di IDR 995,000 - 975,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||