| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.17240 | 0.09% |
GBPUSD | 1.36550 | 0.08% |
AUDUSD | 0.72460 | 0.25% |
NZDUSD | 0.70250 | -0.16% |
USDJPY | 109.390 | 0.13% |
USDCHF | 0.92770 | -0.05% |
USDCAD | 1.28240 | -0.28% |
GOLDUD | 1763.885 | -0.01% |
COFR | 1002923 | 0.53% |
USD/IDR | 14240 | 0.00% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 21 September 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi ke zona bullish didukung oleh beberapa katalis antara lain proyeksi positif IEA untuk permintaan minyak global serta rencana AS untuk melonggarkan perjalanan udara. Untuk fokus pasar yang lain juga masih tertuju pada proses pemulihan produksi di Teluk Meksiko AS.
Dalam laporan outlook pasar minyak bulan September yang dirilis hari Senin, International Energy Agency (IEA) memperkirakan bahwa permintaan minyak mentah global akan pulih pada bulan Oktober sebanyak 1.6 juta bph dan akan terus bertahan hingga akhir tahun 2021. IEA juga menambahkan dengan meredanya kasus Covid-19, permintaan minyak global sekarang diperkirakan naik 5.2 juta bph tahun ini dan 3.2 juta bph pada 2022.
Turut mendukung harga minyak, AS berencana melonggarkan pembatasan udara mulai bulan November mendatang bagi turis dari 33 negara termasuk China, India, Brasil dan sebagian besar Eropa yang telah divaksinasi penuh, ungkap pernyataan resmi dari Gedung Putih pada hari Senin. Keputusan tersebut memicu harapan akan kembali bangkitnya aktifitas perjalanan udara yang berkontribusi sebesar 70 persen dari total konsumsi minyak di AS.
Sementara itu, Royal Dutch Shell yang merupakan produsen minyak terbesar AS di Teluk Meksiko pada hari Senin mengatakan bahwa kerusakan akibat Badai Ida membuat fasilitas minyak di lepas pantai masih akan tetap offline untuk perbaikan hingga akhir 2021. Fasilitas yang dimaksud oleh Shell tersebut berfungsi sebagai stasiun transfer semua output ke terminal minyak mentah di darat.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,020,000 - 1,040,000 per barel serta kisaran Support di IDR 990,000 - 970,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||