Historical Price
Get our historical price data to enrich your market analysis.

Analyze more accurately with our historical price data

ICDX market historical price data is an important indicator for your technical analysis and will help you give a more accurate market analysis.

Product
Tin Price
Daily price update for tin price based on the tin exchange at ICDX
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
CPO Price
Daily price update for CPO and CPOTR based on the ICDX Market.
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
REC Price
REC ( Renewable Energy Certificate ) daily price update based on the ICDX Market
Select Product
Date Day Product Last Price Change UOM
Periodic Report
Rabu, 22 Juni 2022 harga emas melemah ke zona $1831.54 per troy ons. Pada pagi hari ini harga emas bergerak melemah dibandingkan dengan perdagangan kemarin. Melemahnya harga emas dibebani oleh ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga acuan The Fed.
Selasa, 21 Juni 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish dipicu oleh kekhawatiran pasokan pasca AS dan sekutunya memberikan sinyal penerapan sanksi lebih lanjut pada minyak Rusia serta sinyal dimulainya krisis energi di Eropa. Meski demikian, isyarat pembatasan kembali di China membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Selasa, 21 Juni 2022 - Pasangan mata uang Aussie naik di zona 0.6980. Meningkatnya mata uang ini pasca RBA Menambah sinyal-sinyal sebelumnya untuk kenaikan suku bunga, Reserve Bank of Australia (RBA) Gubernur Philip Lowe mengatakan, “Inflasi yang tinggi memotong pendapatan riil masyarakat. Kesadaran bahwa rumah tangga memiliki lebih banyak utang, tetapi juga memiliki lebih banyak aset. Pengeluaran rumah tangga sudah cukup tangguh dan tidak melihat resesi dalam jangka dekat tidak berpikir bahwa tingkat pengangguran perlu naik untuk menyelesaikan inflasi. Mungkin saja tingkat pengangguran akan naik, ini adalah jalan sempit yang kita lalui. Inflasi yang mendasari akan kembali ke kisaran dalam beberapa tahun.,” pada Selasa pagi, Pengambil kebijakan itu juga menyebutkan bahwa mereka membahas 25 atau 50bp (basis poin) pada pertemuan Juni dan juga akan membahas 25 atau 50 pada pertemuan Juli. Dengan demikian, pasangan AUD ini menunggu notula rapat RBA agar dapat mengkonfirmasi kecenderungan bullish selama awal sesi Asia Selasa.
Selasa,21 Juni 2022 harga emas melemah ke zona $1838.48 per troy ons. Pada pagi hari ini harga emas bergerak melemah tipis dibandingkan dengan perdagangan kemarin. Melemahnya harga emas dibebani oleh yield surat utang pemerintah AS 10-tahun bergerak naik.
Senin, 20 Juni 2022 – Pasangan mata uang NZD/USD bergerak naik di areal 0.6320. Kenaikan terbaru pasangan kiwi juga dapat dikaitkan dengan data aktivitas layanan Selandia Baru untuk bulan Mei, serta berita utama dari kasus Covid19 di China yang sedang turun di susul dengan obrolan seputar kesiapan AS untuk mengurangi tarif China adalah beberapa hal positif yang mendukung selera risiko meskipun ada hal-hal negatif yang membuat dolar AS dalam radar bull. Business NZ PSI Selandia Baru untuk Mei naik melewati 52,2 sebelum pembacaan ke 55,2. Data aktivitas swasta bergabung dengan angka optimis dari data PMI Business NZ yang muncul minggu lalu, yang pada gilirannya mendorong harapan kejutan hawkish lainnya dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ).
Senin, 20 Juni 2022 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak tertekan dibebani oleh sentimen dari sinyal pemulihan produksi Libya serta desakan dari AS pada produsen domestik untuk segera meningkatkan produksinya. Pasar AS hari ini libur dalam rangka perayaan Juneteenth National Independence Day.
Senin, 20 Juni 2022 harga emas melemah ke zona $1839.71 per troy ons. Pada pagi hari ini harga emas bergerak melemah dibandingkan dengan perbandingan kemarin. Melemahnya harga emas dibebani oleh Index dolar Amerika Serikat (AS) yang bergerak mendekati level tertingginya.
Jumat, 17 Juni 2022 - Mata uang pound turun ke areal 1.2310, akibat ketidakjelasan pasar dan pemulihan Dollar AS. Dapat dikatakan, Indeks Dollar AS (DXY) pulih dari mingguan di dekat 103,40 ke 104,00 baru-baru ini. Dengan demikian, pengukur greenback mengabaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang suram. Alasannya dapat dikaitkan dengan kekhawatiran pasar bahwa agresi bank sentral dapat memicu resesi global, serta sentimen hati-hati menjelang Laporan Kebijakan Moneter dua tahunan The Fed dan pidato Ketua The Fed Jerome Powell.
Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788