Monday, 10 April 2023
Publication
Senin, 10 April 2023 - Pasangan mata uang EURUSD turun akibat dari kekhawatiran beragam tentang langkah kebijakan moneter yang akan ditempuh oleh Federal Reserve (Fed) selanjutnya, serta kekhawatiran kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) juga turut membebani pasangan mata uang euro. Taruhan hawkish pada kenaikan suku bunga Fed sebesar 25 bps meningkat setelah data ketenagakerjaan AS yang optimis untuk bulan Maret. Namun, para pelaku pasar juga mengharapkan penurunan suku bunga pada akhir 2023. Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengungkapkan bahwa Nonfarm Payrolls (NFP) naik 236 ribu pada bulan Maret, terendah sejak Januari 2021 (mempertimbangkan revisi), dibandingkan dengan perkiraan 228 ribu dan 326 ribu sebelumnya. Selanjutnya, Tingkat Pengangguran menurun menjadi 3,5% dibandingkan 3,6% sebelumnya sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja meningkat menjadi 62,6% dari 62,5%. Akhirnya, inflasi upah tahunan, menurut Pendapatan Per Jam Rata-Rata, turun menjadi 4,2% dari 4,6%, dibandingkan perkiraan pasar sebesar 4,3%. Sebelumnya, Pembukaan Pekerjaan JOLTS AS turun ke level terendah 19 bulan di bulan Februari sementara Perubahan Ketenagakerjaan ADP untuk bulan Maret juga mengecewakan pasar dengan angka 145 ribu. Selanjutnya, IMP Jasa ISM AS untuk bulan Maret juga memperkuat pesimisme karena turun menjadi 51,2 dibandingkan perkiraan 54,5 dan 55,1 sebelumnya.