Pembukaan | % Perubahan | |
|---|---|---|
EURUSD | 1.19330 | -0.08% |
GBPUSD | 1.38610 | -0.19% |
AUDUSD | 0.77440 | -0.44% |
NZDUSD | 0.71590 | -0.94% |
USDJPY | 108.840 | -0.07% |
USDCHF | 0.92330 | 0.12% |
USDCAD | 1.25200 | 0.20% |
GOLDUD | 1738.660 | -0.37% |
COFR | 881206 | -0.70% |
USD/IDR | 14380 | 0.24% |
Selasa, 23 Maret 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish di kisaran harga IDR 873,000 - 882,000 per barel. Meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendukung pasar minyak, namun kekhawatiran akan perkembangan pandemi di Eropa serta AS yang berpotensi memperlambat pemulihan permintaan bahan bakar, membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Arab Saudi dan militan Houthi masih terus berlanjut. Proposal gencatan senjata di Yaman yang diusulkan oleh Arab Saudi pada hari Senin, ditolak oleh pihak Houthi. Juru bicara Houthi pada hari Senin mengatakan akan setuju untuk melakukan pembicaraan apabila Arab Saudi mencabut blokade udara dan lautnya dan menerapkan gencatan senjata penuh terlebih dahulu.
Di hari yang sama, Arab Saudi juga memulai latihan angkatan laut di Teluk Persia untuk meningkatkan keamanan fasilitas minyak penting, dan menjamin kebebasan navigasi di perairan kawasan itu. Langkah tersebut sekaligus mengindikasikan kekhawatiran Saudi akan peningkatan serangan drone dan rudal yang diklaim oleh pemberontak Houthi Yaman baru-baru ini, antara lain serangan di depot bahan bakar di Jeddah, terminal ekspor Ras Tanura, dan kilang di Riyadh, ibu kota Saudi.
Sementara itu, di tengah ancaman pembatasan pandemi baru dan gangguan distribusi vaksin di Eropa, AS melaporkan kenaikan kasus infeksi baru sebesar 5% menjadi lebih dari 394,000 kasus pada minggu lalu, peningkatan pertama setelah menurun selama 9 minggu berturut-turut. Sebelumnya, Jerman yang menjadi konsumen minyak terbesar di Eropa mengatakan akan memperpanjang pembatasan hingga April untuk menahan potensi gelombang ketiga.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 900,000 - 920,000 per barel serta kisaran Support di IDR 860,000 - 840,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
|---|---|---|---|---|
| | | | |
| | | | |