Home
>
GOFX Article
>
Analisis Dasar Fundamental (Bagian 2): Peran Penting Bank Sentral bagi Pasar Keuangan
Analisis Dasar Fundamental (Bagian 2): Peran Penting Bank Sentral bagi Pasar Keuangan
Friday, 30 April 2021

Sebagaimana telah banyak diketahui, perekonomian suatu negara tidak diatur atau dipengaruhi oleh pemerintah, tetapi oleh bank sentral. Setelah indikator fundamental perekonomian suatu negara yang penting bagi pergerakkan nilai mata uang telah dikumpulkan, maka hasil kajian indikator tersebut akan diolah oleh bank sentral untuk memantau pelemahan atau penguatan ekonomi negara. 

Demi menjaga stabilitas dan memberikan pertumbuhan berkelanjutan pada seluruh sistem perkonomian negara, bank sentral memiliki wewenang untuk merumuskan kerangka kebijakan moneter. Penerapan kebijakan tersebut sangat diantisipasi oleh pasar dan efektivitasnya akan divalidasi kembali oleh serangkaian data indikator perekonomian yang akan dirilis dalam periode mendatang.

Kebijakan Moneter

Bank sentral menggunakan kebijakan moneter menguraikan tujuan bank sentral dan bagaimana mereka akan berfungsi untuk membantu negara untuk mencapai tujuannya.

Pada dasarnya ada dua jenis kebijakan moneter yang dikenal sebagai ekspansi dan kontraksi. Kebijakan ekspansif akan tepat dilakukan jika bank sentral memeiliki kepentingan untuk hal-hal yang bersifat konstruktif, seperti mengurangi pengangguran, meningkatkan pinjaman sektor swasta dan belanja konsumen, serta merangsang pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan aliran uang.

Sementara, kebijakan kontraktif biasanya diberlakukan seketika jika berkaitan dengan pengendalian tingkat inflasi yang naik. Melalui kebijakan kontraktif, bank sentral mengurangi laju aliran uang untuk memperlambat laju pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pengangguran, dan mengerem pinjaman dan pengeluaran oleh bisnis dan konsumen.

Sambutan pasar terhadap kabar Bank Sentral

Anda mungkin pernah mendengar presenter berita mengatakan sesuatu seperti “…Gubernur bank sentral keluar sedikit hawkish hari ini setelah serangan data ekonomi yang kuat.”

Istilah Hawkish dan Dovish cenderung diartikan sebagai sinyal yang diproses oleh pasar terhadap kebijakan moneter yang bersifat mengetatkan/kontraktif (hawkish) atau mengakomodasi/ekspansif (dovish).

Tentang Hawkish

Sentimen dari paparan pejabat perwakilan bank sentral dapat direspon sebagai nada hawkish oleh pasar ketika mereka bersikap positif tentang prospek pertumbuhan ekonomi dan mengerucut pada harapan meningkatnya inflasi.

Istilah hawkish biasa muncul sebagai respon untuk menggambarkan kebijakan moneter yang cenderung kontraktif seperti menaikkan suku bunga atau mengurangi neraca bank sentral.

Terkait volatilitas atau sibuknya pergerakan pasar valuta asing, nilai tukar mata uang cenderung bergerak paling sibuk ketika bank sentral mengubah nada dari dovish ke hawkish atau sebaliknya.

Misalnya, jika seorang pejabat bank sentral baru-baru ini menyatakan bahwa ekonomi masih membutuhkan stimulus dan kemudian (bersikap dovish), dan dalam pidato selanjutnya menyatakan bahwa bank sentral telah melihat tekanan inflasi yang meningkat dan pertumbuhan ekonomi yang kuat, pasar dapat berharap terjadinya rebound apresiasi harga terhadap mata uang lainnya.

Beberapa kata kunci yang biasa diantisipasi pasar sebagai arahan bernada hawkish antara lain:

  • Pertumbuhan ekonomi yang kuat
  • Laporan data kinerja suatu sektor yang optimis
  • Inflasi meningkat
  • Pengurangan neraca bank sentral
  • Pengetatan kebijakan moneter
  • Kenaikan suku bunga

Apa arti Dovish?

Ketika bank sentral berbicara tentang penurunan suku bunga atau meningkatkan pelonggaran kuantitatif untuk merangsang ekonomi, hal tersebut cenderung diterjemahkan pasar sebagai nada dovish.

Selain itu, jika bank sentral pesimis tentang pertumbuhan ekonomi dan mengharapkan inflasi menurun atau menjadi deflasi sebagai proyeksi masa depan, pasar akan menyambut nada tersebut secara negatif dan ekspektasi koreksi suatu pergerakan mata uang harus diwaspadai.

Beberapa kata kunci yang lumrah diwaspadai oleh pasar sebagai arahan dovish, antara lain:

  • Penurunan / deflasi inflasi (inflasi negatif)
  • Laporan data kinerja suatu sektor yang pesimis
  • Peningkatan neraca bank sentral
  • Pelonggaran kebijakan moneter
  • Pemotongan suku bunga



Member of
© 2020. Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 3002 7788