Memasuki awal tahun 2026, pasar valuta asing global diproyeksikan memasuki fase transisi penting. Perhatian pelaku pasar kini beralih dari tema inflasi dan pengetatan kebijakan menuju isu waktu pelonggaran, kedalaman penurunan suku bunga, serta perbedaan arah kebijakan antar bank sentral global. Pergeseran fase ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar valas, sekaligus membuka peluang perdagangan pada berbagai pasangan mata uang utama.
Permintaan biodiesel yang meningkat juga akan dapat menaikkan kesejahteraan petani (harga TBS lebih baik) dan mendorong investasi hilirisasi (kilang biodiesel, industri turunan). Namun perlu proteksi dan insentif untuk petani kecil dalam fase transisi.
Bulletin ini menghadirkan analisis mendalam mengenai peran strategis emas dalam ekonomi nasional baik sebagai instrumen investasi maupun komponen cadangan devisa, potensi ekonomi olein sebagai produk turunan sawit bernilai tinggi, serta penerapan prinsip syariah dalam perdagangan komoditas dari perspektif fiqh muamalah. Bullatin ini juga mengulas timah Indonesia yang menjadi komoditas strategis dengan permintaan global tinggi, serta ekosistem emas digital yang mencakup aspek penyimpanan hingga perdagangan, memberikan panduan komprehensif bagi investor dalam memahami dinamika pasar komoditas terkini.
Pada perdagangan Jumat, 26 September 2025, nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS. Pada pembukaan perdagangan rupiah tercatat di sekitar Rp16.775/US$, melanjutkan tekanan yang membuat mata uang domestik bergerak pada kisaran Rp16.600–Rp16.800 dalam beberapa hari terakhir. Pelemahan ini merupakan kelanjutan dari fluktuasi beberapa pekan terakhir di mana rupiah sempat bergerak lebih kuat pada pertengahan bulan tetapi kembali mengalami tekanan menjelang akhir September.
Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN) mencatat pertumbuhan signifikan dalam pasar investasi Indonesia. Sektor perdagangan berjangka dan komoditas menunjukkan peningkatan partisipasi investor ritel yang mendorong munculnya berbagai skema perdagangan dan peluang portofolio baru. Fenomena ini terutama didukung oleh meningkatnya kesadaran investor domestik tentang pentingnya diversifikasi portofolio lintas pasar global dan kemajuan teknologi yang memudahkan akses ke instrumen investasi internasional.
Seiring dengan meningkatnya ancaman perubahan iklim, green energy menjadi salah satu solusi utama untuk mengatasi masalah lingkungan. Sebagai sumber energi yang tidak merusak ekosistem, green energy menawarkan jalan keluar dari krisis lingkungan. Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa beralih ke green energy bukan lagi pilihan, melainkan suatu keharusan. Komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29–41% pada tahun 2030 menjadi bukti nyata pentingnya transisi ini.
Selama 16 tahun, ICDX berkomitmen menjadi pilar pengembangan pasar komoditi dan derivatif Indonesia yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional berkelanjutan, transformasi pasar derivatif, hingga inovasi produk seperti Renewable Energy Certificate (REC) dan digital gold. Simak ulasan lengkapnya di The Source Issue 32.
Peremajaan kelapa sawit atau replanting[DS1.1] kelapa sawit bukan sekadar istilah dalam dunia perkebunan, melainkan strategi fundamental untuk keberlangsungan industri sawit nasional. Replanting kelapa sawit merupakan kegiatan peremajaan tanaman sawit pada kebun atau hutan yang telah berumur 25 tahun ke atas. Secara teknis, replanting adalah upaya pengembangan perkebunan dengan melakukan penggantian tanaman tua atau tidak produktif dengan tanaman baru, baik secara keseluruhan maupun secara bertahap.