| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.21710 | 0.06% |
GBPUSD | 1.41560 | 0.01% |
AUDUSD | 0.77390 | -0.04% |
NZDUSD | 0.71990 | -0.04% |
USDJPY | 109.480 | -0.04% |
USDCHF | 0.89670 | -0.02% |
USDCAD | 1.21100 | -0.04% |
GOLDUD | 1892.490 | -0.03% |
COFR | 1010244 | 0.73% |
USD/IDR | 14250 | 0.11% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 09 Juni 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish di kisaran harga IDR 1,000,000 - 1,010,000 per barel, didukung oleh data stok minyak mingguan AS dari API yang mengindikasikan pemulihan yang kuat di negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut. Selain itu proyeksi positif dari EIA juga turut mengangkat harga minyak.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 2.11 juta barel, ungkap laporan terbaru dari grup industri, American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 4 Juni. Sementara untuk angka resmi dari pemerintah akan dirilis malam nanti oleh Energy Information Administration (EIA), yang diperkirakan stok akan turun sebesar 2.04 juta barel. Selain data stok, EIA juga akan merilis data mingguan produksi minyak mentah AS.
Dalam laporan Outlook Energi Jangka Pendek bulan Juni yang dirilis pada hari Selasa, EIA memperkirakan akan terjadi peningkatan konsumsi minyak global untuk tahun 2021 sebesar 5.4 juta bph menjadi 97.7 juta bph dan meningkat 3.6 juta bph menjadi 101.3 juta bph pada tahun 2021. Sementara untuk pertumbuhan konsumsi bahan bakar di AS tahun 2021 sebesar 1.49 juta bph, naik dari perkiraan sebelumnya di angka 1.39 juta bph. Selain itu, EIA juga menaikkan perkiraan harga minyak mentah jenis Brent sebesar $4 per barel menjadi rata-rata $69 per barel pada bulan Juni, dan meningkat $5 per barel menjadi $68 per barel pada kuartal ketiga 2021.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Selasa mengatakan bahwa ratusan sanksi AS terhadap Iran kemungkinan akan tetap berlaku - termasuk yang dikenakan saat era Trump - bahkan jika Iran dan AS kembali mematuhi kesepakatan nuklir. Pernyataan tersebut memicu keyakinan bahwa tambahan pasokan minyak dari Iran ke pasar minyak global tidak akan kembali secepat yang dikhawatirkan sebelumnya oleh pasar.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,030,000 - 1,050,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,000,000 - 980,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||
| | | | | |||
| | | | | |||
| | | | | |||