Home
>
News
>
Publication
>
Proyeksi Positif Konsumsi Minyak di China dan India Picu Harga Kembali Terangkat
Proyeksi Positif Konsumsi Minyak di China dan India Picu Harga Kembali Terangkat
Friday, 10 September 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.18240

0.05%

GBPUSD

1.38360

0.07%

AUDUSD

0.73670

0.19%

NZDUSD

0.71080

0.14%

USDJPY

109.700

0.07%

USDCHF

0.91690

-0.05%

USDCAD

1.26620

-0.13%

GOLDUD

1794.332

0.16%

COFR

968573

0.71%

USD/IDR

14250

-0.21%

Fokus Crude Oil:

  1. Biaya energi melonjak, China buka akses cadangan minyak strategisnya dan akan dijual melalui lelang publik.
  2. Permintaan minyak di China akan meningkat 13% pada kuartal berikutnya, ungkap SIA Energy.

Jumat, 10 September 2021 - Setelah pengumuman pemerintah China untuk menjual cadangan minyak mentah ke pasar melalui lelang publik yang memicu minyak ditutup bearish pada perdagangan kemarin, pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau kembali stabil cenderung menguat didukung oleh laporan EIA serta proyeksi positif akan konsumsi minyak global terutama oleh China dan India.

Administrasi cadangan minyak negara China pada hari Kamis mengumumkan akan menjual cadangan minyak strategis ke pasar melalui lelang publik dalam rangka mengurangi tekanan biaya bahan baku yang melonjak pada penyulingan domestik. Langkah tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh China, dan sekaligus memicu spekulasi bahwa impor China akan menurun dalam beberapa bulan mendatang, terlebih setelah impor China bulan Agustus meningkat 8% menjadi 10.53 juta bph, terbesar sejak Maret.

Badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) merilis laporan mingguan pasar minyak AS yang menunjukkan stok minyak mentah turun sebesar 1.53 juta barel, lebih rendah dari prediksi sebelumnya yang memperkirakan stok akan turun sebesar 4.61 juta barel. Untuk stok bensin turun sebesar 7.22 juta barel, jauh lebih besar dari prediksi yang memperkirakan penurunan hanya sebesar 3.39 juta barel. Di samping itu, EIA juga melaporkan produksi minyak mentah yang turun ke level 10 juta barel, dari posisi pekan lalu di level 11.5 juta barel. Laporan dari EIA tersebut mengindikasikan kenaikan permintaan bahan bakar di AS.

Turut mendukung harga minyak, permintaan minyak di China diperkirakan akan meningkat masing-masing sebesar 13%, dibanding periode yang sama tahun 2019 sebelum pandemi, ungkap SIA Energy, perusahaan konsultan yang fokus memantau pasar minyak dan gas di China. Secara keseluruhan permintaan bahan bakar di China akan naik 4% didorong oleh permintaan bensin yang diperkirakan akan melonjak naik lebih dari 20% dipicu pemulihan karena kembali aktifnya kegiatan lalu lintas di jalan. Meski demikian, SIA memperingatkan bahwa situasi untuk produk minyak lainnya tidak sepositif bensin, terutama untuk konsumsi bahan bakar jet yang diperkirakan masih akan lesu karena kurangnya perjalanan internasional. 

Sementara itu, volume penjualan bensin di India saat ini telah melampaui tingkat sebelum pandemi, dengan penjualan solar yang kemungkinan juga akan menyusul dalam dua hingga tiga bulan ke depan, ungkap Shrikant Madhav Vaidya, ketua Indian Oil Corp, penyulingan terbesar di India. Biasanya, permintaan solar, bahan bakar paling populer di India, akan turun dari Juni hingga September akibat kegiatan truk dan konstruksi yang biasanya juga menurun akibat musim hujan, sebelum kembali naik menjelang akhir tahun di tengah panen dan festival.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 990,000 - 1,010,000 per barel serta kisaran Support di IDR 950,000 - 930,000 per barel. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30
USA - PPI MoM
-
0.6%
1%
21:00
USA - Wholesale Inventories MoM
-
0.6%
1.2%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 3002 7788