| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15910 | -0.01% |
GBPUSD | 1.36550 | 0.06% |
AUDUSD | 0.73780 | -0.03% |
NZDUSD | 0.69610 | 0.13% |
USDJPY | 113.260 | 0.22% |
USDCHF | 0.92400 | -0.02% |
USDCAD | 1.24410 | -0.07% |
GOLDUD | 1792.477 | -0.19% |
COFR | 1142766 | -0.14% |
USD/IDR | 14180 | -0.21% |
Fokus Crude Oil:
Kamis, 14 Oktober 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi dibebani oleh revisi laporan OPEC serta kenaikan pasokan persediaan minyak mentah AS. Meski demikian, laporan bernada positif dari EIA membatasi penurunan harga lebih lanjut.
OPEC pada hari Rabu memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun 2021 menjadi 5.8 juta bph atau turun dari proyeksi sebelumnya 5.96 juta bph. Revisi penurunan tersebut didorong oleh data aktual yang lebih rendah dari perkiraan untuk tiga kuartal pertama tahun ini, meskipun asumsi permintaan minyak yang sehat memasuki kuartal terakhir tahun ini, didukung oleh kenaikan musiman dalam permintaan bahan bakar petrokimia dan pemanas, serta potensi peralihan dari gas alam ke produk minyak bumi karena harga gas yang tinggi, ungkap EIA dalam laporan itu.
Turut membebani pergerakan harga minyak, Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan melonjak naik sebesar 5.21 juta barel, ungkap data dari grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 8 Oktober. Angka resmi dari badan statistik pemerintah AS akan dirilis malam nanti oleh Energy Information Administration (EIA) yang diperkirakan untuk stok minyak akan naik sebesar 702,000 barel dan stok bensin akan turun sebesar 83,000 barel.
Sementara itu, dalam laporan Outlook Energi Jangka Pendek untuk bulan Oktober yang dirilis hari Rabu, EIA memperkirakan harga minyak mentah jenis Brent akan mencapai rata-rata $81 per barel selama kuartal keempat 2021, atau $10 per barel lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang dirilis bulan lalu oleh EIA. Persediaan minyak global akan turun lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya, tambah EIA. Pada tahun 2022, EIA memperkirakan bahwa pertumbuhan produksi dari OPEC+, pasokan minyak AS yang ketat, dan negara-negara non-OPEC lainnya akan melampaui pertumbuhan konsumsi minyak global yang melambat dan berkontribusi pada penurunan harga Brent dari level saat ini ke rata-rata tahunan $72 per barel.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,160,000 - 1,180,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,120,000 - 1,100,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||
| | | | | |||
| | | | | |||
| | | | | |||