Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Melandai Dibebani Aturan Penerbangan Baru AS
Minyak Melandai Dibebani Aturan Penerbangan Baru AS
Tuesday, 26 October 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.16050

0.00%

GBPUSD

1.37660

0.01%

AUDUSD

0.74900

0.20%

NZDUSD

0.71620

0.03%

USDJPY

113.690

0.12%

USDCHF

0.91960

0.09%

USDCAD

1.23780

0.01%

GOLDUD

1807.612

-0.19%

COFR

1183801

-0.08%

USD/IDR

14140

0.14%

Fokus Crude Oil:

  1. Biden berlakukan aturan vaksin baru untuk perjalanan internasional dan mencabut pembatasan perjalanan yang ada.
  2. Operator kilang terbesar di China menerima kuota impor minyak mentah 12 juta ton.


Selasa, 26 Oktober 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi dibebani oleh aturan penerbangan baru AS yang berpotensi menghambat aktivitas perjalanan udara. Meski demikian, potensi kenaikan permintaan minyak dari China serta sinyal OPEC+ untuk mempertahankan kuota produksi memberikan dukungan pada harga minyak.

Presiden AS Joe Biden pada hari Senin menandatangani perintah untuk memberlakukan persyaratan vaksin baru untuk sebagian besar turis dan mencabut pembatasan perjalanan ke China, India dan sebagian besar Eropa efektif 8 November, ungkap juru bicara Gedung Putih. Di hari yang sama, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengeluarkan aturan pelacakan kontak baru yang mengharuskan maskapai untuk mengumpulkan informasi dari penumpang udara internasional seperti nomor telepon, email, dan alamat AS untuk menindaklanjuti apabila ada yang terpapar varian Covid-19. Aturan baru tersebut memicu kekhawatiran akan berdampak pada aktivitas penerbangan dalam jangka pendek, mengingat aturan vaksin baru itu akan langsung berlaku dalam dua minggu kedepan.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan China pada hari Senin mengumumkan bahwa Zhejiang Petrochemical Corp (ZPC), operator kilang tunggal terbesar China, telah menerima 12 juta ton kuota impor minyak mentah untuk sisa tahun 2021. Pengumuman itu memberikan dukungan positif pada permintaan minyak dari negara importir minyak terbesar dunia tersebut. 

Turut mendukung harga minyak, Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak pada hari Senin menyatakan bahwa Rusia mengharapkan OPEC+ untuk meningkatkan produksi sebesar 400 ribu bph pada pertemuan 4 November nanti, seperti yang sudah disepakati sebelumnya. Pernyataan dari Rusia tersebut menyusul pernyataan serupa dari Saudi dan Nigeria pada pekan lalu, semakin menguatkan keyakinan bahwa OPEC dan sekutunya tidak akan menambah lebih banyak pasokan ke pasar.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,200,000 - 1,220,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,165,000 - 1,145,000 per barel. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - CB Consumer Confidence

-

108.4

109.3

21:00

USA - Richmond Manufacturing Index

-

4

-3

21:00

USA - New Home Sales

-

755K

740K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 3002 7788