| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18060 | -0.04% |
GBPUSD | 1.37850 | -0.27% |
AUDUSD | 0.73960 | -0.28% |
NZDUSD | 0.70110 | -0.50% |
USDJPY | 109.910 | -0.01% |
USDCHF | 0.91910 | 0.01% |
USDCAD | 1.26100 | 0.25% |
GOLDUD | 1811.090 | 0.11% |
COFR | 1030450 | -1.01% |
USD/IDR | 14495 | 0.17% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 19 Juli 2021 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish setelah OPEC+ mengumumkan kesepakatan baru untuk meningkatkan produksi. Selain itu, potensi tambahan pasokan minyak dari Iran serta ancaman pembatasan dan penguncian baru di Asia turut membebani pergerakan harga minyak.
OPEC beserta sekutunya pada hari Minggu sepakat untuk meningkatkan pasokan minyak sebesar 400,000 bph mulai Agustus hingga Desember 2021 dalam rangka menstabilkan harga minyak yang telah naik ke level tertinggi dalam 2.5 tahun, ungkap OPEC dalam sebuah pernyataan. Selain itu, OPEC+ juga menyetujui untuk memperpanjang kebijakan produksi hingga akhir 2022 - dari kesepakatan awal yang mengakhiri kesepakatan pada April 2022 - dengan menetapkan alokasi produksi baru mulai Mei 2022 nanti.
Turut membebani harga minyak, Iran berencana untuk mengirimkan kargo minyak dari pelabuhan di Teluk Oman minggu depan, yang sekaligus menandai ekspor minyak mentah pertamanya dari luar Teluk Persia dan di luar Selat Hormuz. Diharapkan melalui pelabuhan ini, Iran akan dapat mengekspor 350,000 barel minyak per hari pada tahap pertama, ungkap Vahid Maleki, direktur Terminal Minyak Jask.
Sementara itu, penyebaran Covid-19 khususnya di Asia yang terus meningkat memicu pemberlakuan pembatasan dan penguncian baru yang mengancam pemulihan permintaan bahan bakar. Singapura pada hari Minggu melaporkan 88 kasus infeksi lokal baru, tertinggi dalam 11 bulan. Di Thailand, Otoritas Penerbangan Sipil Thailand (CAAT) pada hari Minggu mengumumkan akan menangguhkan seluruh penerbangan domestik ke dan dari Bangkok dan provinsi lain yang berisiko tinggi Covid-19 mulai 21 Juli. Ibu kota Vietnam, Hanoi pada hari Minggu memperketat pembatasan dan mendesak warganya untuk tinggal di rumah mulai hari Senin karena ditemukannya kluster baru Covid-19 dalam beberapa hari terakhir.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,050,000 - 1,070,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,000,000 - 980,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:00 | USA - NAHB Housing Market Index | - | 82 | 81 | |||||