| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.17800 | -0.08% |
GBPUSD | 1.36270 | -0.14% |
AUDUSD | 0.73310 | -0.37% |
NZDUSD | 0.69160 | -0.12% |
USDJPY | 109.830 | 0.03% |
USDCHF | 0.92130 | 0.02% |
USDCAD | 1.26800 | 0.21% |
GOLDUD | 1810.040 | -0.13% |
COFR | 964854 | 0.36% |
USD/IDR | 14520 | 0.17% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 21 Juli 2021 - Pergerakan harga minyak pagi ini masih terbebani oleh laporan stok minyak mentah AS dan melonjaknya kasus Covid-19 di Asia dan Inggris memicu kekhawatiran akan pemberlakuan penguncian dan pembatasan baru yang berpotensi mengancam pemulihan permintaan bahan bakar.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan melonjak naik sebesar 806,000 barel, ungkap data dari grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 16 Juli. Angka resmi dari pemerintah akan dirilis malam nanti oleh Energy Information Administration (EIA), yang diperkirakan stok minyak mentah dan stok bensin masing-masing akan mengalami penurunan sebesar 4.47 juta barel dan 1.04 juta barel. Di samping itu, EIA juga akan merilis laporan mingguan produksi minyak mentah AS.
Sementara itu, pihak otoritas kesehatan Inggris pada hari Selasa melaporkan lonjakan kasus infeksi baru menjadi 46,558 dan 96 kematian dalam 24 jam terakhir. Angka kematian tersebut sekaligus merupakan yang tertinggi sejak 24 Maret. Laporan lonjakan kasus yang terjadi tepat setelah pencabutan pembatasan di Inggris pada hari Senin, memicu kekhawatiran akan potensi diberlakukannya kembali pembatasan. Pemerintah AS bahkan memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke Inggris dan menempatkan Inggris ke dalam negara yang berisiko sangat tinggi (Level 4).
Dari Asia dilaporkan bahwa China pada hari Selasa mencatatkan rekor harian tertinggi kasus infeksi baru sejak Januari, dipicu oleh lonjakan infeksi impor di provinsi Yunnan yang berbatasan dengan Myanmar. Australia pada hari Selasa memperpanjang penguncian selama 7 hari hingga 27 Juli mendatang, seiring dengan peningkatan tajam kasus baru di Sydney dan Victoria di tengah penguncian yang awalnya akan dicabut pada Selasa malam. Selain itu, negara bagian Australia Selatan juga mengumumkan akan menerapkan penguncian menyusul Sydney dan Victoria. Aksi perpanjangan penguncian juga dilakukan oleh Indonesia karena kasus Covid-19 yang tetap tinggi di negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 990,000 - 1,010,000 per barel serta kisaran Support di IDR 950,000 - 930,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:30 | USA - EIA Crude Oil Domestic Production | - | - | 11.4M | |||||
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change | - | -4.466M | -7.897M | |||||
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change | - | -1.043M | 1.039M | |||||