| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18150 | 0.03% |
GBPUSD | 1.37670 | -0.01% |
AUDUSD | 0.73630 | -0.10% |
NZDUSD | 0.70970 | -0.10% |
USDJPY | 110.220 | -0.03% |
USDCHF | 0.92190 | -0.14% |
USDCAD | 1.26880 | 0.09% |
GOLDUD | 1788.908 | -0.06% |
COFR | 989767 | 0.01% |
USD/IDR | 14270 | -0.04% |
Fokus Crude Oil:
Kamis, 09 September 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi di kisaran harga IDR 985,000 - 992,000 per barel. Penurunan stok minyak AS dari API serta gangguan ekspor di Libya menjadi katalis positif yang mendukung harga minyak. Meski demikian, laporan bernada pesimis dari EIA dan peringatan efek samping dari vaksin Johnson & Johnson membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 2.88 juta barel, ungkap laporan dari grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 3 September. Malam nanti, badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) akan merilis angka versi pemerintah, yang diperkirakan untuk stok minyak mentah dan stok bensin akan mengalami penurunan masing-masing sebesar 4.61 juta barel dan 3.39 juta barel. Selain itu, EIA juga akan merilis data mingguan produksi minyak mentah AS.
Dari sisi pasokan dilaporkan bahwa kegiatan ekspor minyak di pelabuhan Libya pada hari Rabu terganggu setelah para pengunjuk rasa memblokir tiga kapal tanker yang sedang melakukan pemuatan di pelabuhan Es Sider dan 1 kapal tanker di Ras Lanuf. Meskipun pihak pelabuhan mengatakan bahwa produksi di ladang yang memasok minyak ke terminal tidak terpengaruh, namun berita itu menjadi perhatian pasar karena mewakili gambaran situasi keamanan di negara produsen minyak tersebut.
Sementara itu, dalam laporan Prospek Energi Jangka Pendek yang dirilis hari Rabu, EIA mengatakan bahwa ketidakjelasan waktu berakhirnya pandemi dan kekhawatiran yang berkembang atas penyebaran varian delta, berpotensi mengancam pertumbuhan permintaan minyak global yang akan mendorong penurunan harga minyak mentah terus berlanjut. EIA memangkas estimasi harga minyak mentah WTI tahun 2021 sebesar 24 sen menjadi $65.69 per barel dan memperkirakan harga akan turun lebih jauh pada 2022 menjadi rata-rata $62.37 per barel.
Turut membebani pasar minyak, Regulator obat-obatan Uni Eropa pada hari Rabu menambahkan gangguan kerusakan saraf yang sangat langka, sindrom Guillain-Barré, sebagai kemungkinan efek samping dari vaksin Covid-19 AstraZeneca. Peringatan tersebut berpotensi menghambat laju program vaksinasi yang sedang dilakukan saat ini, terlebih setelah efek samping serupa juga dilaporkan terjadi pada suntikan vaksin Johnson & Johnson, yang dilaporkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS pada bulan Juli lalu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,000,000 - 1,020,000 per barel serta kisaran Support di IDR 980,000 - 960,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||