Pembukaan | % Perubahan | |
|---|---|---|
EURUSD | 1.20110 | 0.08% |
GBPUSD | 1.38850 | 0.17% |
AUDUSD | 0.77050 | 0.38% |
NZDUSD | 0.71420 | 0.41% |
USDJPY | 109.330 | -0.01% |
USDCHF | 0.91380 | -0.07% |
USDCAD | 1.23100 | -0.19% |
GOLDUD | 1777.660 | 0.07% |
COFR | 958874 | -0.09% |
USD/IDR | 14430 | 0.09% |
Rabu, 05 Mei 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi di kisaran harga IDR 954,000 - 960,000 per barel. Meskipun sinyal permintaan bahan bakar di AS mulai pulih dilihat dari penurunan stok minyak mentah, namun ancaman penguncian di India serta potensi perpanjangan situasi darurat di Jepang membatasi pergerakan harga minyak.
Pasokan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 7.7 juta barel, ungkap laporan dari grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 30 April. Sementara angka resmi dari pemerintah akan dirilis malam nanti oleh Energy Information Administration (EIA), yang diperkirakan stok minyak akan turun sebesar 2.35 juta barel. Selain data stok minyak mentah, EIA juga akan merilis data mingguan produksi minyak mentah AS.
Sementara itu membebani pasar minyak, India pada hari Selasa mencatat 357,229 infeksi baru dalam 24 jam terakhir, yang menjadikan total kasus di India melonjak melebihi 20 juta kasus. Desakan untuk segera melakukan penguncian nasional di negara importir minyak terbesar ketiga juga kian meningkat.
Di Jepang, Perdana Menteri Yoshihide Suga akan bertemu dengan menteri ekonomi, menteri kesehatan, dan menteri kabinet terkait lainnya pada hari Rabu untuk membahas potensi perpanjangan keadaan darurat untuk Tokyo dan daerah perkotaan besar lainnya yang dijadwalkan berakhir pada 11 Mei. Sejauh ini, Jepang telah menempatkan prefektur Tokyo, Osaka, Kyoto dan Hyogo dalam keadaan darurat selama 17 hari yang dimulai pada tanggal 25 April dalam upaya untuk menekan lonjakan infeksi virus korona di negara importir minyak terbesar keempat dunia itu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 970,000 - 990,000 per barel serta kisaran Support di IDR 945,000 - 925,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
|---|---|---|---|---|
| USA - ADP Employment Change | | | |
| USA - ISM Non Manufacturing PMI | | | |
| USA - EIA Crude Oil Domestic Production | | | |
| USA - EIA Crude Oil Stocks Change | | | |
| USA - EIA Gasoline Stocks Change | | | |