| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.21680 | 0.14% |
GBPUSD | 1.41750 | -0.01% |
AUDUSD | 0.77540 | -0.06% |
NZDUSD | 0.71990 | -0.15% |
USDJPY | 109.320 | 0.07% |
USDCHF | 0.89420 | -0.02% |
USDCAD | 1.20900 | -0.02% |
GOLDUD | 1898.143 | 0.08% |
COFR | 995420 | -0.37% |
USD/IDR | 14200 | 0.09% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 11 Juni 2021 - Harga minyak pada penutupan pekan pagi ini terpantau mengalami koreksi ke zona bearish dan bergerak di kisaran harga IDR 989,000 - 997,000 per barel, dipicu oleh kekhawatiran akan tambahan pasokan minyak global dari Iran dalam waktu dekat. Meski demikian, optimisme proyeksi dari OPEC memberikan dukungan pada pasar minyak.
Dalam laporan bulanan yang dirilis hari Kamis, OPEC memproyeksikan kenaikan permintaan minyak sebesar 6.6% menjadi 5.95 juta bph tahun ini, dipicu oleh konsumsi yang kuat di China dan AS terutama pada paruh kedua tahun 2021 dengan pertumbuhan ekonomi dan pembukaan kembali pembatasan. OPEC juga mengatakan akan mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali lebih banyak produksi yang terhenti. Sejauh ini OPEC dan sekutunya telah memulihkan hampir 40% produksinya, dan akan bertemu pada 1 Juli mendatang untuk membahas mengenai kuota produksi lebih lanjut.
Sementara itu, Departemen Keuangan AS pada hari Kamis mengatakan telah mencabut sanksi terhadap beberapa pejabat Iran dari daftar orang yang ditunjuk - termasuk tiga direktur Perusahaan Minyak Nasional Iran (NIOC) - dan dua perusahaan yang sebelumnya terlibat dalam perdagangan produk petrokimia Iran. Meskipun seorang pejabat AS membantah bahwa pencabutan sanksi tersebut terkait dengan negosiasi nuklir Iran saat ini, namun pasar memperkirakan bahwa sanksi AS lainnya terhadap industri minyak Iran juga berpotensi untuk dicabut, yang tentunya dapat menambah pasokan minyak dari Iran sekitar 1 juta hingga 2 juta bph ke pasar minyak global.
Turut membebani pasar minyak, India pada hari Kamis melaporkan kenaikan kematian akibat Covid-19 yang mencapai 6,148 angka kematian. Selain itu negara konsumen minyak terbesar ketiga dunia itu juga mencatat kurang dari 100,000 kasus infeksi baru per hari selama tiga hari berturut-turut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,005,000 - 1,025,000 per barel serta kisaran Support di IDR 980,000 - 960,000 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||
| | | | | |||
| | | | | |||