Home
>
GOFX Article
>
Perbedaan Saham dan Forex
Perbedaan Saham dan Forex
Thursday, 19 August 2021

oleh Btari Nadine

Investasi Saham atau Forex?

Jika Anda bertanya kepada beberapa trader, investasi mana yang lebih baik untuk dicoba, Anda bisa jadi menerima jawaban yang saling bertentangan. Trader senior akan merekomendasikan saham, sebab aset ini tergolong aset tradisional dan sudah banyak investor saham yang masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia.

Namun, bagi trader yang menyukai tantangan dan ingin menuai profit dalam jangka waktu lebih singkat, maka mereka cenderung merekomendasikan forex yang memiliki volatilitas relatif lebih tinggi. 

Kedua instrumen tersebut memiliki karakteristik dan cara kerja berbeda. Keputusan ada di tangan Anda untuk memilih instrumen mana yang paling cocok dengan kepribadian, modal, risk appetite, dan tujuan Anda. Untuk membantu Anda membuat keputusan, mari kita bahas kedua instrumen menarik ini. 

Saham

Ketika trading saham, traders membeli atau menjual saham suatu perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Tidak jarang pula transaksi saham dan sekuritas digunakan untuk memastikan harga yang wajar, sebab pasar modal merupakan lingkungan yang terkendali.

Mayoritas investor saham membeli saham untuk dipertahankan dalam jangka waktu yang lama dan memperoleh keuntungan besar. Namun, tidak jarang pula saham digunakan para trader untuk memperoleh keuntungan jangka pendek.

Bagi para trader, salah satu kekurangan trading saham adalah adanya jam perdagangan bursa, sehingga waktu trading menjadi lebih terbatas dibanding forex dan aset kripto. Selain itu, pasar saham relatif bergerak lebih lambat dari segi volatilitas dibandingkan dengan forex.

Nilai suatu saham dipengaruhi oleh faktor ekonomi makro maupun mikro. Sebagai contoh, pertumbuhan ekonomi suatu negara sedang stagnan dan cenderung turun. Hal ini akan mempengaruhi nilai saham perusahaan-perusahaan berbasis di negara tersebut menjadi turun. 

Faktor spesifik juga bisa mempengaruhi nilai saham suatu perusahaan. Misalnya, sebuah merek susu menjadi populer karena diberitakan memiliki kandungan yang bisa melawan COVID-19.

Popularitas ini pun membuat penjualan susu meningkat pesat dan popularitas brand meningkat. Performa baik ini akan meningkatkan nilai saham perusahaan yang memproduksi susu tersebut.

Sementara itu, likuiditas saham bergantung pada popularitas saham tersebut di antara para investor dan modal yang diinvestasikan pada saham tersebut. Inilah sebabnya saham blue-chip seringkali lebih likuid dibanding saham lainnya. 

Forex

Meski saham sudah ada lebih lama, pasar forex ternyata merupakan pasar yang paling likuid dengan volume transaksi harian $6.6 triliun menurut Bank for International Settlements (BIS) tahun 2019.

Forex sendiri adalah singkatan dari foreign exchange atau perdagangan valuta asing. Dalam pasar forex, trader akan memperdagangkan sepasang mata uang (forex pairs). Misalnya, AUD/USD, USD/JPY, dan seterusnya.

Coba perhatikan ilustrasi berikut untuk memahami fungsi masing-masing mata uang dalam pasangan forex.

Bagi trader, terdapat beberapa keuntungan pasar forex yang bisa memaksimalkan peluang profit mereka diantaranya fasilitas leverage dan sesi perdagangan overlap. Pasar forex memang terbuka selama 24 jam sehari, 5 hari seminggu, tetapi jam perdagangan ini terbagi-bagi pada beberapa sesi perdagangan di seluruh penjuru dunia.

Empat sesi perdagangan utama yaitu New York, London, Sydney, dan Tokyo. Ketika dua sesi terbuka pada jam yang sama, maka aktivitas trading akan semakin aktif dan pasar semakin likuid. Sementara untuk fasilitas leverage, Anda dapat memahaminya lewat ilustrasi berikut.

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 4050 7788