Home
>
GOFX Article
>
Faktor yang Memengaruhi Nilai USD pada Major Pairs
Faktor yang Memengaruhi Nilai USD pada Major Pairs
Tuesday, 06 July 2021

Faktor yang Memengaruhi Nilai USD pada Major Pairs

Pasangan valas atau forex pairs adalah pasangan dua mata uang berbeda, di mana salah satu nilai mata uang dikutip oleh mata uang lainnya. Misalnya, forex pairs USD/JPY artinya mata uang USD disebut sebagai mata uang dasar atau pertama, sedangkan mata uang JPY disebut mata uang kutipan.

Adapun valas forex pairs yang disebut pasangan mayor (major pairs) yaitu : EUR/USD (EURO/U.S. Dollar), USD/JPY (U.S. Dollar/Japanese Yen), GBP/USD (British Poundsterling/U.S. Dollar), AUD/USD (Australian Dollar/U.S. Dollar), USD/CHF (U.S. Dollar/Swiss Franc), USD/CAD (U.S. Dollar/Canadian Dollar).

Adapun forex pairs yang tidak berkaitan dengan USD disebut sebagai pairs minor. Karakteristiknya berbeda dengan pairs mayor, di mana spread lebih lebar dan likuiditas relatif tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan pairs mayor. Contoh pairs minor yang populer yaitu EUR/GBP dan GBP/JPY. Sedangkan forex pairs eksotis merupakan pasangan mata uang dari negara berkembang, misalnya adalah USD/SGD.

Pairs EUR/USD merupakan pasangan valas yang memiliki likuiditas tertinggi di dunia, kemudian disusul dengan USD/JPY yang merupakan mata uang paling diminati di dunia setelah EUR/USD. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi fluktuasi harga forex pairs, khususnya USD, pada perdagangan forex antara lain data ekonomi, harga komoditas minyak mentah, harga emas, risiko politik, dan utang negara. Dengan memahami faktor-faktor ini, trader akan lebih mudah dalam mengambil keputusan trading dan memilih forex pairs yang akan ditransaksikan.


Data Ekonomi

Data ekonomi sangat erat kaitannya dengan pasangan mata uang mayor maupun minor. Data ini pun selalu diperbarui setiap hari, di mana data ini mengandung faktor-faktor penting yang memengaruhi perkembangan ekonomi suatu negara. Salah satu faktor ekonomi yang paling memengaruhi nilai mata uang adalah data inflasi. Data ini sangat berguna untuk trader forex sebagai acuan analisis fundamental dalam mempertimbangkan open position yang baik.

Tingkat inflasi menyebabkan nilai tukar mata uang suatu negara dapat terapresiasi maupun terdepresiasi. Ketika nilai mata uang terapresiasi itu artinya nilai mata uang suatu negara memiliki inflasi yang rendah. Hal ini menyebabkan nilai produk mereka lebih kompetitif di perdagangan internasional sehingga ekspor dan permintaan nilai mata uang tersebut akan meningkat. Ketika nilai mata uang terdepresiasi maka negara tersebut memiliki kecenderungan inflasi yang tinggi sehingga membuat produk negara tersebut tidak bisa bersaing di pasar internasional.

Berikut ini contoh data ekonomi dunia dan pengaruhnya terhadap USD yaitu : (1) Balance of Payment naik, maka USD menguat, (2) Car sales naik, maka USD menguat, (3) Cost of Living naik, maka USD menguat, (4) Economic Monetary System naik, USD akan menguat, (5) Invisible Trade turun, USD akan menguat, (6) Jobless Claim turun maka USD menguat.

Masih banyak sekali data ekonomi dunia yang dapat memengaruhi kuat lemahnya nilai mata uang USD.


Harga komoditas minyak mentah (Crude oil)

Perkembangan mata uang dalam trading forex sangat dipengaruhi oleh harga komoditas dan indeks. Salah satu komoditas yang menjadi kebutuhan utama dunia yaitu minyak mentah (crude oil) dengan komposisi karbondioksida (CO2) 83%-87%, Hidrogen (H2) 10%-14%, Nitrogen (N2) 0,1 %-2%, Oksigen (O2) 0,1 %- 1,5 %, Belerang (S) 0.5%-6% dan logam lain <1000ppm. Minyak mentah yang digunakan sehari-hari berupa solar, bensin pertamax, dan lain-lain. Sebesar 84% digunakan sebagai bahan bakar motor (BBM), bahan bakar pesawat terbang (avtur), bahan pemanas bumi (heating) dan gas cair (liquified petroleum gas).

Amerika menjadi negara konsumen minyak mentah tertinggi, sehingga harga komoditas minyak sangat berpengaruh kuat dengan naik turunnya mata uang USD. Ketika terjadi kenaikan harga minyak mentah dunia maka nilai mata uang USD akan melemah, karena beban konsumsi minyak Amerika akan meningkat seiring dengan neraca perdagangan yang negatif. Sedangkan nilai pasangan mata uang lain terhadap USD seperti AUD/USD, EUR/USD, GBP/USD, dan NZD/USD akan menguat. Hal ini berbanding terbalik dengan pasangan pair USD/JPY, USD/CHF yang semakin melemah.


Harga komoditas Emas (Gold)

Menurut Bretton Woods, emas digunakan sebagai satuan standar nilai mata uang dengan simbol XAU berdasarkan ISO. Kemurnian emas adalah 24 karat. Kenaikan dan penurunan harga emas berdasarkan permintaan dan tersedianya emas di dunia. Jika emas mengalami harga yang tinggi maka cadangan emas dunia juga semakin terbatas. Amerika adalah negara yang pertama kali membanderol harga emas sebesar $20,67 per troy ons ($664,56/kg). Kemudian naik menjadi $35 per troy ons ($1125,27/kg) pada tahun 1934. Lalu pada tahun 1961 Amerika dan Eropa membuat harga yang melambung tinggi hingga saat ini. Emas juga merupakan komoditas berharga kedua setelah minyak. Oleh karena itu, fluktuasi harga emas dunia sangat memengaruhi nilai USD.


Risiko Politik

Kegiatan politik di Amerika maupun negara yang memiliki nilai mata uang yang kuat akan memengaruhi nilai USD, seperti adanya krisis ekonomi, pemilihan umum, atau peristiwa politik lainnya karena hal ini akan memengaruhi keputusan kebijakan ekonomi. Investasi sebuah negara akan terjaga apabila politik di negara tersebut stabil sehingga investor akan lebih percaya diri untuk berinvestasi di negara tersebut. Sedangkan ketika ada gejolak politik yang di sebuah negara maka akan terjadi pelarian modal dari investor dengan jumlah yang besar.

Ingatkah Anda bahwa menjelang pemilu Amerika Serikat, nilai mata uang negara tersebut (USD) biasanya akan berfluktuasi? Setiap pemimpin negara baru biasanya membawa rencana dan sikap yang berbeda dari pemimpin sebelumnya. Jika ada dua atau lebih kandidat, maka masing-masing kandidat pasti membawa keunggulan yang berbeda-beda. Hal ini menimbulkan ketidakpastian akan masa depan perekonomian negara tersebut, setidaknya sampai ada kandidat yang keluar sebagai pemenang.

Namun, bagi investor jangka panjang, ketidakpastian politik tersebut tentu mengkhawatirkan. Maka dari itu, nilai mata uang akan berfluktuasi hingga pemilu selesai. Ini adalah satu dari sekian banyak skenario ketidakpastian politik yang menyebabkan fluktuasi nilai mata uang.


Utang negara

Semakin tinggi utang suatu negara, maka akan semakin kecil kecenderungan investor untuk berinvestasi di negara tersebut. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran akan terjadinya risiko gagal bayar. Hal inilah yang membuat nilai mata uang negara mengalami depresiasi yang signifikan. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa terkadang utang negara besar juga dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Sebab, salah satu alasan suatu negara berutang adalah untuk membangun infrastruktur, di mana infrastruktur yang baik akan mendukung pertumbuhan ekonomi. Ketika pertumbuhannya pesat, otomatis para investor juga dapat melihat kecakapan kinerja negara tersebut. Hal ini berlaku bagi semua negara, termasuk Amerika Serikat.


(forextradingbursa berjangkakomoditi)

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 3002 7788