Equity adalah nilai akun trading yang mencerminkan total dana pada suatu waktu tertentu. Nilainya dihitung dari saldo (balance) ditambah keuntungan atau kerugian mengambang (floating profit/loss) dari posisi yang masih terbuka. Karena bergerak mengikuti harga, equity menjadi salah satu dasar penentuan dana yang tersedia untuk membuka posisi baru.
Equity adalah nilai akun trading yang mencerminkan total dana yang tersedia pada suatu waktu tertentu. Nilai equity dihitung dari saldo (balance) ditambah keuntungan atau kerugian mengambang (floating profit/loss) dari posisi trading yang masih terbuka. Berbeda dengan balance yang hanya menunjukkan saldo dari transaksi yang sudah selesai, equity bergerak secara dinamis mengikuti perubahan harga instrumen yang sedang diperdagangkan selama posisi masih berjalan. Oleh karena itu, equity memberikan gambaran kondisi akun secara real-time.
Balance hanya berubah ketika posisi ditutup, ada setoran dana (deposit), atau ada penarikan dana. Posisi yang masih terbuka tidak memengaruhi balance, sehingga keuntungan atau kerugian yang belum direalisasikan belum tercatat di sana.
Equity, sebaliknya, langsung memperhitungkan floating profit atau floating loss. Setelah seluruh posisi ditutup, tidak ada lagi hasil mengambang, sehingga equity sama dengan balance.
Ketika tidak ada posisi yang terbuka, equity sama dengan balance karena tidak ada floating profit atau loss yang diperhitungkan. Saat posisi sedang untung, floating profit ditambahkan ke balance sehingga equity menjadi lebih besar daripada balance. Ketika posisi tersebut ditutup, keuntungan itu tercatat di balance dan nilainya sama dengan equity sebelumnya. Sebaliknya, saat posisi sedang rugi, equity menjadi lebih kecil daripada balance meskipun balance sendiri belum berubah. Penurunan ini juga mengurangi free margin, yaitu dana yang tersedia untuk mempertahankan posisi atau membuka transaksi baru.
Equity = Balance + Floating Profit/Loss
Rumus ini menunjukkan nilai akun pada saat tertentu setelah memperhitungkan hasil yang belum direalisasikan dari posisi yang masih berjalan. Trading dengan sistem margin memiliki dua istilah tambahan, yaitu used margin dan free margin. Used margin adalah dana yang ditahan sebagai jaminan agar posisi tetap terbuka, sedangkan free margin adalah equity dikurangi used margin, yaitu dana yang masih bisa dipakai untuk membuka posisi baru.
Secara umum, equity berada di atas balance saat ada floating profit dan di bawah balance saat ada floating loss.
Selama posisi terbuka, equity menyesuaikan diri dengan pergerakan harga dan bisa berubah dalam hitungan detik, tergantung volatilitas. Setelah semua posisi ditutup, equity tidak lagi berubah karena pergerakan harga.
Equity mencerminkan kondisi total akun karena mengikuti setiap posisi yang berjalan. Perubahannya dapat menjadi salah satu ukuran kinerja akun, bersama data lain seperti riwayat transaksi. Penurunan equity bisa menjadi alasan untuk meninjau ulang strategi.
Menentukan Dana untuk Posisi Baru
Equity menjadi dasar perhitungan dana yang bisa dipakai membuka posisi baru. Dana ini bisa berubah tanpa deposit baru: naik saat posisi untung, turun saat posisi rugi.
Margin call adalah pemberitahuan dari broker ketika equity turun mendekati jumlah margin yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi. Broker menghitung margin level, yaitu perbandingan antara equity dan used margin, untuk menilai apakah akun perlu tindakan, seperti tambahan dana atau pengurangan posisi. Pada batas tertentu, posisi dapat ditutup otomatis (stop out). Batas ini berbeda-beda di tiap broker dan instrumen.
Besarnya equity mempengaruhi kapasitas akun menanggung kerugian. Risiko per posisi umumnya ditetapkan sebagai persentase tertentu dari dana, dan proporsinya disesuaikan dengan toleransi risiko masing-masing trader.
Equity menggambarkan nilai bersih akun dengan memperhitungkan semua posisi yang berjalan, sehingga memberi gambaran lebih lengkap daripada balance saja.
Pemantauan rutin memperlihatkan akumulasi untung dan rugi dari seluruh posisi terbuka, sehingga tingkat risiko yang sedang berjalan bisa dikenali. Perhatikan juga margin level, terutama saat harga bergerak berlawanan dengan posisi. Setiap broker punya batas margin level sendiri, jadi pahami ketentuan broker yang digunakan.
Batas risiko biasanya berupa persentase kecil dari total dana per transaksi, agar kerugian beruntun tidak menghabiskan dana. Besarnya berbeda untuk tiap trader. Trader juga dapat menetapkan ukuran lot maksimal berdasarkan equity, dan sebagian menggunakan rasio risk-reward (perbandingan potensi keuntungan dan kerugian) sebelum membuka posisi.
Overtrading adalah bertransaksi terlalu sering atau dengan ukuran posisi terlalu besar tanpa dasar analisis memadai. Eksposur yang besar membuat pergerakan harga yang berlawanan menurunkan equity lebih cepat, apalagi karena margin memungkinkan nilai transaksi lebih besar daripada dana yang disetor. Salah satu pendekatannya adalah membatasi jumlah transaksi harian dan menetapkan batas kerugian harian, lalu berhenti dan mengevaluasi ketika batas itu tercapai.
Stop loss adalah order yang otomatis menutup posisi saat harga mencapai level tertentu, untuk membatasi kerugian sesuai toleransi risiko. Pada pasar yang bergerak sangat cepat, harga eksekusi bisa berbeda dari level yang ditetapkan.
Equity menggambarkan kondisi akun trading pada saat tertentu dengan memperhitungkan balance dan hasil mengambang dari posisi terbuka. Memahami cara menghitung dan memantaunya membantu trader mengetahui kapasitas akun, termasuk hubungannya dengan margin, margin level, dan potensi margin call.
Pengelolaan equity umumnya mencakup penetapan batas risiko per transaksi, pembatasan frekuensi transaksi, dan penggunaan stop loss. Pendekatannya berbeda pada setiap trader, mengikuti tujuan, toleransi risiko, serta ketentuan broker dan instrumen yang digunakan.