| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1187 | 0.24% |
GBPUSD | 1.3231 | 0.14% |
AUDUSD | 0.6970 | 0.29% |
NZDUSD | 0.5610 | 0.11% |
USDJPY | 158.26 | -0.06% |
USDCHF | 0.8301 | -0.06% |
USDCAD | 1.4275 | -0.13% |
GOLDUD | 4189.58 | 0.41% |
USD/IDR | 17,885 | -0.06% |
Fokus:
GBPUSD
Senin, 12 Oktober 2026 - Pasangan mata uang ini menguat ke level 1.3250 pada awal pekan, melanjutkan penguatan selama tiga hari berturut-turut. Pergerakan ini didukung oleh pelemahan dolar AS di tengah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dari level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, pasangan mata uang ini masih bergerak dalam rentang terbatas yang telah berlangsung selama sekitar tiga pekan.
Dari Inggris, pound sterling memperoleh dukungan dari komitmen Menteri Keuangan Inggris, John Healey, untuk mempertahankan disiplin fiskal menjelang penyampaian anggaran pertamanya pada 28 Oktober. Kebijakan fiskal yang terjaga dinilai dapat membantu menopang kepercayaan pasar terhadap perekonomian Inggris dan memberikan sentimen positif bagi pound sterling.
Namun, penguatan GBPUSD masih berpotensi terbatas di tengah ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Selain itu, pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang pernyataan pejabat bank sentral, rilis data pertumbuhan ekonomi Inggris, serta data inflasi Amerika Serikat yang dapat memengaruhi ekspektasi arah kebijakan moneter kedua negara.
Secara teknikal, GBPUSD berpeluang melanjutkan penguatan apabila mampu bertahan di atas area support dan menembus batas atas rentang pergerakan jangka pendek. Meski demikian, ketidakpastian geopolitik dan minimnya likuiditas pasar selama libur di Amerika Serikat berpotensi membatasi kenaikan lebih lanjut. Support berada di 1.3200, sedangkan resistance berada di 1.3300.
EURUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke level 1.1214 pada awal perdagangan Asia, seiring melemahnya dolar AS setelah data sentimen konsumen Amerika Serikat dirilis lebih rendah dari perkiraan. Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan turun menjadi 46,3 pada Oktober dari 48,1 pada September, di bawah ekspektasi pasar sebesar 47,6. Namun, kenaikan ekspektasi inflasi AS turut memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan mendatang.
Dari kawasan Eropa, euro masih menghadapi tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis, menyusul kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Perhatian pasar juga tertuju pada rencana belanja pemerintah Italia yang berpotensi memperlebar defisit anggaran. Pelaku pasar turut mencermati pernyataan Wakil Presiden European Central Bank (ECB), Boris Vujčić, untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter kawasan euro. Support berada di 1.1180, sedangkan resistance berada di 1.1250.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini menguat tipis ke level 0.6990 pada awal perdagangan Asia, didukung oleh pelemahan dolar AS setelah data sentimen konsumen Amerika Serikat menunjukkan hasil di bawah ekspektasi pasar. Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan turun menjadi 46,3 pada Oktober dari 48,1 pada September. Namun, kenaikan ekspektasi inflasi AS masih membuka peluang pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve, sehingga berpotensi membatasi penguatan dolar Australia.
Dari Australia, perhatian pelaku pasar tertuju pada risalah rapat Reserve Bank of Australia (RBA) yang akan dirilis pada Selasa untuk memperoleh petunjuk mengenai arah suku bunga. Peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan November menurun setelah data inflasi terbaru sesuai ekspektasi, dengan pasar cenderung memperkirakan RBA mempertahankan suku bunga. Meski demikian, kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan tahun ini masih terbuka, sehingga pergerakan AUDUSD akan dipengaruhi oleh perkembangan ekspektasi kebijakan moneter kedua negara. Support berada di 0.6950, sedangkan resistance berada di 0.7020.
NZDUSD - Pasangan mata uang bergerak melemah di sekitar level 0.5616 pada awal pekan, melanjutkan tekanan selama dua hari berturut-turut. Pelemahan dolar Selandia Baru dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. Pelaku pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi Selandia Baru, termasuk inflasi pangan dan indeks aktivitas bisnis (PMI), serta data inflasi China yang dapat memengaruhi prospek ekonomi dan permintaan ekspor Selandia Baru.
Di sisi lain, pelemahan dolar AS setelah data sentimen konsumen Amerika Serikat berada di bawah ekspektasi berpotensi membatasi penurunan NZD/USD. Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan turun menjadi 46,3 pada Oktober dari 48,1 pada September. Namun, ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Federal Reserve dan perkembangan konflik di Timur Tengah masih dapat memicu volatilitas pasar. Support berada di 0.5580, sedangkan resistance berada di 0.5640.
USDJPY - Pasangan mata uang ini melemah ke level 158.17 pada perdagangan awal pekan setelah mencatatkan kenaikan terbatas pada sesi sebelumnya. Pergerakan pasangan mata uang ini cenderung terbatas karena pasar Jepang tutup untuk libur nasional Sports Day, sehingga aktivitas perdagangan relatif sepi. Dari sisi fundamental, dolar AS menghadapi tekanan setelah indeks sentimen konsumen University of Michigan turun menjadi 46,3 pada Oktober dari 48,1 pada September, lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 47,6.
Sementara itu, pelaku pasar mencermati prospek kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) menjelang pertemuan 29 - 30 Oktober. Kenaikan suku bunga lanjutan dalam waktu dekat dinilai belum menjadi skenario utama, meskipun pasar memperkirakan BoJ dapat kembali menaikkan suku bunga pada Desember atau Januari. Perhatian juga tertuju pada rilis data inflasi AS, yakni CPI dan PPI, yang berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Support berada di 157.70, sedangkan resistance berada di 158.80.
USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak di level 0.8296, dengan dolar AS masih ditopang oleh penguatan US Dollar Index (DXY) yang berada di sekitar 102,14, mendekati level tertinggi dalam 18 bulan. Sentimen ini didukung oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan penantian pasar terhadap rilis data inflasi AS pada 14 Oktober. Data tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi arah kebijakan Federal Reserve ke depan.
Dari Swiss, Wakil Ketua Swiss National Bank (SNB), Antoine Martin, sebelumnya menyatakan bahwa kenaikan suku bunga dalam waktu dekat belum diperlukan karena inflasi masih berada dalam rentang stabilitas harga. SNB juga mempertahankan suku bunga kebijakan di 0% pada September dan menyatakan kesediaannya untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan. Sikap yang relatif dovish ini berpotensi menekan franc Swiss dan menopang USDCHF, meskipun permintaan aset safe haven dapat membatasi kenaikannya. Support berada di 0.8260, sedangkan resistance berada di 0.8330.
USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak di level 1.4256 pada awal pekan, dengan penguatan pasangan mata uang ini tertahan oleh penurunan tipis imbal hasil obligasi pemerintah AS. Di sisi lain, pelemahan harga minyak mentah akibat harapan peningkatan pasokan energi dari potensi gencatan senjata Rusia-Ukraina berpotensi menekan dolar Kanada. Perbedaan prospek kebijakan moneter antara Bank of Canada (BoC) dan Federal Reserve (The Fed) turut memengaruhi pergerakan pasangan mata uang tersebut.Dari sisi fundamental, dolar AS berpotensi memperoleh dukungan dari meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish dibandingkan BoC. Pelaku pasar akan mencermati data inflasi AS, termasuk Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI), serta pernyataan pejabat kedua bank sentral untuk memperoleh petunjuk arah kebijakan suku bunga. Support berada di 1.4200, sedangkan resistance berada di 1.4300.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:30pm | GBP | MPC Member Breeden Speaks |
|
|
|
7:50pm | GBP | MPC Member Mann Speaks |
|
|
|
Day 1 | All | IMF Meetings |
|
|
|
11:10pm | USD | FOMC Member Hammack Speaks |
|
|
|
Forex Daily Newsletter