Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.12170 0.01%
GBPUSD 1.24190 -0.02%
AUDUSD 0.68860 -0.06%
NZDUSD 0.64270 0.06%
USDJPY 107.220 -0.04%
USDCHF 0.94810 -0.02%
USDCAD 1.36300 0.02%
GOLDUD 1761.497 -0.03%
COFR 557971 0.10%
USD/IDR 14100 0.00%

Fokus Crude Oil:

      1. Pasukan Irak menyerang pangkalan milisi yang didukung Iran di Baghdad.
      2. Data satelit tunjukkan lalu lintas meningkat tajam di China, Eropa dan seluruh AS.



Jumat, 26 Juni 2020 - Di penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau menguat dan bergerak di kisaran harga IDR 554,000 - 560,000 per barel. Memanasnya situasi di Timur Tengah serta peningkatan tajam lalu lintas di China, Eropa dan AS memberikan dukungan pada harga minyak. Meski demikian, pasar masih waspada memantau situasi global kasus baru Covid-19 yang terus meningkat.
Pasukan keamanan Irak menyerang sebuah markas besar milisi yang didukung oleh Iran di Baghdad selatan pada hari Kamis malam. Serangan tersebut merupakan sinyal bahwa perdana menteri baru pemerintah Irak, Mustafa al-Kadhimi, benar-benar melaksanakan janjinya untuk mengambil tindakan tegas terhadap kelompok milisi yang menargetkan instalasi AS di Irak.
Sementara itu, data satelit yang memantau lalu lintas menunjukkan peningkatan tajam untuk lalu lintas di China, Eropa dan di seluruh AS yang menunjukkan pemulihan permintaan bahan bakar di negara-negara tersebut, kutip Reuters dari perusahaan teknologi lokasi TomTom. Kemacetan di Shanghai dalam beberapa minggu terakhir lebih tinggi daripada pada periode yang sama tahun lalu, sementara di Moskow lalu lintas kembali ke tingkat tahun lalu.
Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis mengumumkan akan membuka 82 persen Cadangan Petroleum Nasional di Alaska untuk disewakan ke perusahaan minyak dan gas. Jika terlaksana, maka 18.7 juta hektar dari sekitar 23 juta hektar akan dibuka untuk pengeboran. Saat ini wilayah dari cadangan yang dibuka untuk disewakan sebesar 11.8 juta hektar.
Dalam waktu dekat, pasar fokus menanti dirilisnya data hitungan jumlah rig minyak oleh Baker Hughes untuk pekan yang berakhir 26 Juni. Di pekan sebelumnya, Baker Hughes melaporkan jumlah rig minyak AS turun sebesar 10 rig ke level 189 rig, level terendah sejak Juni 2009.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 620,000 - 650,000 per barel serta kisaran Support di IDR 480,000 - 450,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
19:30 USA - Core PCE Price Index YoY - 0.9% 1%
19:30 USA - PCE Price Index YoY - - 0.5%
19:30 USA - Personal Income MoM - -6% 10.5%
19:30 USA - Personal Spending MoM - 9% -13.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER