Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.19090 -0.12%
GBPUSD 1.37380 -0.03%
AUDUSD 0.76220 -0.18%
NZDUSD 0.70280 -0.21%
USDJPY 109.360 0.25%
USDCHF 0.92250 0.15%
USDCAD 1.25600 0.14%
GOLDUD 1732.210 0.16%
COFR 870148 0.42%
USD/IDR 14590 0.00%

Fokus Crude Oil:

      1. Houthi targetkan serangan pada fasilitas minyak Aramco dan situs militer Saudi.
      2. AS laporkan peningkatan kasus infeksi baru dan kasus rawat inap pada minggu lalu.



Selasa, 13 April 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi di kisaran harga IDR 870,000 - 874,000 per barel, didukung oleh memanasnya tensi di Timur Tengah akibat Houthi yang meningkatkan serangan pada Saudi. Meski demikian, ancaman dari infeksi baru Covid-19 yang terus meningkat secara global, membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah semakin meningkat, Houthi Yaman mengklaim telah menyerang fasilitas minyak Saudi Aramco di terminal minyak timur Jubail dan kota barat Jeddah dengan drone bermuatan bahan peledak pada Minggu malam dan Senin pagi, kutip laporan dari TV Al-Masirah milik Houthi. Jubail merupakan pusat industri utama bagi Aramco karena menjadi lokasi salah satu kilang terbesar milik Aramco yang dapat memproses lebih dari 400,000 bph. Sedangkan di Jeddah, Aramco memiliki depo bahan bakar untuk memasok pelanggan lokal. Selain fasilitas minyak, Houthi juga mengatakan mereka menargetkan situs militer di dekat kota Jazan dan Khamis Mushait di barat daya.
Sementara itu, AS melaporkan peningkatan kasus infeksi baru menjadi 490,000 kasus atau naik 8% pada minggu lalu, yang sekaligus menandakan peningkatan selama minggu keempat berturut-turut. Selain itu, jumlah rata-rata pasien Covid-19 di rumah sakit juga tercatat naik 6% menjadi lebih dari 39,000 pasien atau meningkat selama minggu kedua berturut-turut. Terus meningkatnya kasus infeksi baru dapat berpotensi memicu diberlakukannya pembatasan yang lebih ketat, yang akan berdampak pada permintaan bahan bakar.
Indikator yang dipantau oleh pasar dalam waktu dekat adalah laporan mingguan stok minyak mentah AS yang akan dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 9 April. Di pekan sebelumnya API melaporkan penurunan stok minyak mentah sebesar 2.6 juta barel.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 890,000 - 910,000 per barel serta kisaran Support di IDR 855,000 - 835,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
17:00 USA - NFIB Business Optimism Index - - 95.8
19:30 USA - Core Inflation Rate YoY - 1.5% 1.3%
19:30 USA - Inflation Rate YoY - 2.5% 1.7%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER