Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.09480 -0.08%
GBPUSD 1.22220 -0.07%
AUDUSD 0.65640 -0.27%
NZDUSD 0.61160 -0.13%
USDJPY 107.590 0.00%
USDCHF 0.97030 0.09%
USDCAD 1.39500 0.18%
GOLDUD 1723.260 0.17%
COFR 500389 -2.27%
USD/IDR 14680 0.00%

Fokus Crude Oil:

      1. China akan berlakukan undang-undang keamanan nasional baru di Hong Kong.
      2. Laporan mingguan hitungan rig minyak AS dari Baker Hughes.



Jumat, 22 Mei 2020 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish di kisaran harga IDR 487,000 - 501,000 per barel. Tekanan pada pasar minyak datang dari memanasnya tensi antara AS dan China. Meski demikian, harapan akan meningkatnya permintaan bahan bakar menyusul pencabutan status lockdown di beberapa negara memberikan dukungan pada harga minyak.
China berencana untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru di Hong Kong setelah kerusuhan pro-demokrasi tahun lalu, ungkap seorang pejabat China pada hari Kamis. Pernyataan tersebut mendapat kecaman keras dari Presiden AS Donald Trump. Di hari yang sama, senator Demokrat dan Republik AS mengatakan bahwa AS juga akan mengeluarkan undang-undang yang mengatur mengenai sanksi bagi China apabila melanggar kemerdekaan Hong Kong. Rencananya dalam undang-undang itu juga akan mengatur mengenai sanksi sekunder pada bank yang melakukan bisnis dengan entitas yang ditemukan melanggar undang-undang yang menjamin otonomi Hong Kong.
Selain berselisih mengenai urusan Hong Kong, AS dan China juga sedang bersitegang terkait akses perusahaan raksasa teknologi asal China, Huawei, terhadap teknologi maju. Memanasnya tensi antara kedua negara raksasa ekonomi dunia tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya kembali perang dagang yang telah mengguncang ekonomi global pada tahun lalu.
Sementara itu, pencabutan status lockdown yang terlihat dari kemacetan lalu lintas di beberapa ibu kota dunia telah mendorong pemulihan permintaan bahan bakar. Arus lalu lintas di Berlin dan Tokyo telah mengalami peningkatan, ungkap Reuters. Pelonggaran pembatasan di beberapa negara bagian AS juga diharapkan akan mendorong konsumsi bahan bakar, terlebih pada akhir pekan menjelang liburan Memorial Day yang biasanya menandakan dimulainya musim mengemudi di AS.
Untuk melihat arah pergerakan pasar minyak selanjutnya, pasar menanti dirilisnya laporan mingguan hitungan rig minyak AS pada dini hari nanti oleh perusahaan layanan jasa energi AS, Baker Hughes. Di pekan sebelumnya, Baker Hughes melaporkan rig minyak AS turun sebesar 34 rig ke level 258 rig.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 550,000 - 580,000 per barel serta kisaran Support di IDR 430,000 - 400,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
19:30 CAD - Retail Sales MoM - -10% 0.3%
19:30 CAD - Retail Sales Ex Autos MoM - -5% 0%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER