Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.10970 0.01%
GBPUSD 1.28620 -0.11%
AUDUSD 0.68360 0.16%
NZDUSD 0.63470 0.35%
USDJPY 108.940 0.02%
USDCHF 0.99440 0.03%
USDCAD 1.30530 0.01%
GOLDUD 1492.400 -0.01%
COFR 786662 -0.45%
USD/IDR 14020 0.00%

Fokus Crude Oil:

      1. Stok minyak mentah AS di Cushing, Oklahoma, melonjak hingga 1.5 juta barel dalam sepekan.
      2. Regulator telekomunikasi AS akan melarang Huawei dan ZTE China dari program subsidi pemerintah.



Selasa, 29 Oktober 2019 - Harga minyak di perdagangan pagi ini terpantau berada di zona merah dan bergerak di kisaran harga IDR 779,000 - 787,000 per barel, tertekan oleh ekspektasi akan melonjaknya stok minyak mentah AS, sementara itu pasar masih memantau perkembangan seputar kesepakatan dagang antara AS dan China.
Mengutip dari laporan yang dirilis oleh perusahaan intelijen pasar, Genscape, pada hari Senin dilaporkan bahwa stok minyak mentah AS di Cushing, Oklahoma, yang digunakan sebagai lokasi penyerahan minyak mentah jenis WTI, telah meningkat hingga sekitar 1.5 juta barel dalam sepekan yang berakhir 25 Oktober. Menurut jajak pendapat para analis yang dilakukan oleh Reuters baru-baru ini diperkirakan total persediaan minyak mentah AS telah meningkat sekitar 700,000 barel minggu lalu.
Kantor Perwakilan Perdagangan AS pada hari Senin mengatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang pengecualian tarif tertentu pada produk impor asal China senilai USD 34 miliar yang akan berakhir pada 28 Desember tahun ini. Presiden AS Donald Trump mengatakan sebelumnya pada hari Senin bahwa ia memperkirakan akan menandatangani bagian penting dari perjanjian perdagangan dengan China lebih cepat dari jadwal, tetapi tidak menjelaskan waktunya.
Sementara itu regulator telekomunikasi AS, Federal Communications Commission (FCC), berencana untuk mengusulkan agar Huawei dan ZTE China dikategorikan sebagai risiko keamanan nasional. Pada pertemuan yang dijadwalkan 19 November, FCC mengatakan akan bertanya kepada operator berapa biaya untuk menghapus dan mengganti Huawei dan ZTE dari jaringan yang ada, serta membuat program penggantian untuk mengimbangi biaya pemindahan peralatan.
Indikator yang dipantau oleh pasar dalam waktu dekat ini adalah laporan mingguan stok minyak mentah AS yang akan dirilis oleh American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berkahir 25 Oktober. Di pekan sebelumnya, API melaporkan stok minyak mentah AS naik sebesar 4.45 juta barel.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 815,000 - 840,000 per barel serta kisaran Support di IDR 765,000 - 740,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
19:55 USA - Redbook Index (YoY) (Oct 25) - - 4.3%
19:55 USA - Redbook Index (MoM) (Oct 25) - - -0.1%
20:00 USA - S&P/ Case-Shiller Home Price Indices (YoY) (Aug) - 2.1% 2.0%
21:00 USA - Consumer Confidence - 128.2 125.1
21:00 USA - Pending Home Sales (YoY) (Sep) - 1.4% 2.5%
21:00 USA - Pending Home Sales (MoM) (Sep) - 0.9% 1.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER