Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.17440 -0.04%
GBPUSD 1.29340 0.00%
AUDUSD 0.71590 0.06%
NZDUSD 0.66470 0.17%
USDJPY 105.470 -0.12%
USDCHF 0.91490 0.01%
USDCAD 1.31400 0.07%
GOLDUD 1891.390 0.08%
COFR 589587 -0.27%
USD/IDR 14670 0.20%

Fokus Crude Oil:

      1. OPEC+ akan tetap mengurangi produksi pada Januari sesuai kesepakatan, ungkap menteri energi UEA.
      2. Era pertumbuhan permintaan minyak global akan berakhir dalam dekade mendatang, ungkap IEA.



Rabu, 14 Oktober 2020 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak stabil di kisaran harga IDR 586,000 - 591,000 per barel. Kekhawatiran pasar minyak sedikit mereda setelah sinyal bahwa OPEC+ akan tetap menjalankan komitmennya pada tahun depan. Selain itu prediksi optimis permintaan minyak 2020 dalam laporan terbaru OPEC juga turut memberikan dukungan pada harga minyak. Meski demikian, pernyataan pesimis dari IEA serta kasus Covid-19 yang terus melonjak di seluruh dunia, memberikan tekanan pada pasar minyak dan membatasi harga naik lebih lanjut.
Menteri energi Uni Emirat Arab (UEA), Suhail al-Mazrouei mengatakan pada hari Selasa bahwa produsen minyak OPEC+ akan tetap pada rencana mereka untuk mengurangi pengurangan produksi minyak mulai Januari. Saat ini OPEC+ membatasi produksi sebesar 7.7 juta bph, yang dimulai sejak Agustus lalu hingga akhir tahun sesuai dengan kesepakatan terakhir OPEC+, dan akan turun lebih jauh menjadi 5.8 juta bph dari Januari 2021 hingga April 2022.
Dalam laporan pasar minyak bulanan terbaru yang dirilis pada hari Selasa, OPEC menaikkan perkiraan permintaan minyak global untuk tahun 2020 sebesar 60,000 bph dari bulan lalu menjadi 90.29 juta bph, karena melihat peningkatan permintaan dari China untuk sebagian besar produk minyak kecuali bahan bakar jet. Ini merupakan kenaikan pertama dalam perkiraan permintaan minyak tahun 2020 dalam tiga bulan terakhir. Meski demikian, OPEC juga mengatakan bahwa permintaan minyak global pada tahun depan akan pulih lebih lambat daripada yang diperkirakan sebelumnya karena peningkatan kasus Covid-19 dan prospek pertumbuhan ekonomi yang meredup. Permintaan akan turun sebesar 6.54 juta bph tahun depan menjadi 96.84 juta bph, lebih rendah 80,000 bph dari prediksi bulan lalu.
Pada hari Selasa, International Energy Agency (IEA) merilis laporan tahunan untuk outlook energi global yang memperkirakan bahwa permintaan minyak tahun 2020 akan turun 8% dibanding tahun 2019, konsumsi minyak global akan kembali ke level sebelum krisis pada 2023, asalkan Covid-19 dapat dikendalikan tahun depan. Kenaikan permintaan minyak pada 2023 akan terus berlangsung hingga 2030, kemudian akan kembali turun. Dalam skenario pemulihan yang tertunda, IEA memperkirakan bahwa permintaan minyak tidak akan pulih hingga tahun 2027.
Sementara itu, laporan mingguan stok minyak mentah AS dari American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA) akan tertunda sehari dari jadwal perilisan biasanya karena berlangsungnya libur perayaan hari Columbus pada awal pekan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 600,000 - 630,000 per barel serta kisaran Support di IDR 560,000 - 530,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
18:00 USA - MBA Mortgage Applications - - 4.6%
19:30 USA - PPI MoM - 0.2% 0.3%
19:30 USA - Core PPI MoM - 0.2% 0.4%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER