Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.10450 -0.01%
GBPUSD 1.23450 -0.05%
AUDUSD 0.68610 -0.13%
NZDUSD 0.64220 0.17%
USDJPY 107.230 0.14%
USDCHF 0.99210 -0.01%
USDCAD 1.31660 0.03%
GOLDUD 1498.700 -0.66%
COFR 814817 0.17%
USD/IDR 14030 0.00%

Fokus Crude Oil:

      1. Pangeran Abdulaziz bin Salman mengkonfirmasi komitmen Arab Saudi untuk melanjutkan pemangkasan produksi.
      2. AS menegaskan tidak akan ada keringanan sanksi bagi para pembeli minyak Iran.



Selasa, 10 September 2019 - Di perdagangan pagi ini harga minyak terpantau bergerak stabil di kisaran harga IDR 810,000 - 816,000 per barel didukung oleh konfirmasi dari Menteri Energi baru Arab Saudi untuk melanjutkan kebijakan OPEC+ untuk memangkas produksi dan memanasnya tensi AS - Iran menyusul ancaman sanksi dari AS kepada pembeli minyak Iran. Meski demikian ketidakpastian arah perang dagang AS - China masih membatasi kenaikan harga minyak.
Pangeran Abdulaziz bin Salman yang diangkat secara resmi pada hari Minggu menjadi Menteri Energi baru Arab Saudi, kemarin mengkonfirmasi komitmen Arab Saudi untuk melanjutkan kesepakatan OPEC+ dalam membatasi produksi minyak mentah sebesar 1.2 juta barel per hari. Pernyataan tersebut memberikan sinyal positif menjelang pertemuan strategi OPEC+ pada 12 September nanti di Abu Dhabi.
Mengutip dari Reuters, Menteri Perminyakan Oman, Mohammed Al Rumhi pada hari Senin menguatkan pernyataan bahwa penunjukan Menteri Energi baru Arab Saudi tidak akan mengubah kebijakan produksi minyak OPEC+, namun dia juga mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk memutuskan pengurangan produksi untuk tahun depan.
Sekretaris Menteri Keuangan bidang Terorisme dan Intelijen Finansial AS, Sigal Mandelker pada hari Senin mengatakan melalui Reuters bahwa AS akan terus memberikan sanksi kepada siapa pun yang akan membeli minyak Iran ataupun melakukan bisnis dengan Garda Pengawal Revolusi Iran. Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah AS tidak akan memberikan keringanan sanksi seperti yang sebelumnya pernah diberikan kepada pembeli minyak Iran.
Sementara itu Korea Utara pada hari Senin mengatakan siap untuk memulai kembali perundingan nuklir dengan AS pada akhir September ini setelah pertemuan pada 30 Juni lalu di Hanoi gagal mencapai kesepakatan. Namun kesepakatan antara kedua pihak dapat berakhir kecuali AS mengambil pendekatan baru. Beberapa jam setelah pengumuman, Korea Utara menembakkan 2 proyektil tak dikenal ke timur dari provinsi Pyongan Selatan.
Indikator yang dipantau oleh pasar dalam waktu dekat adalah laporan persediaan minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir 6 September yang akan dirilis dini hari nanti oleh American Petroleum Institute (API). Di pekan sebelumnya API melaporkan stok minyak mentah AS naik 401,000 barel secara mingguan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance 840,000 - 870,000 serta kisaran Support 780,000 - 750,000.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
17:00 USA - NFIB Business Optimism Index (Aug) - - 104.7
19:15 CAD - Housing Starts s.a (YoY) (Aug) - 204.5K 222.0K
19:30 CAD - Building Permits (MoM) (Jul) - 2.3% -3.7%
19:55 USA - Redbook Index (YoY) (Sep 6) - - 6.5%
19:55 USA - Redbook Index (MoM) (Sep 6) - - -1%
21:00 USA - JOLTS Job Openings (Jul) - 7.300M 7.348M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER