Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.17060 -0.03%
GBPUSD 1.29140 -0.19%
AUDUSD 0.70930 -0.18%
NZDUSD 0.65960 -0.03%
USDJPY 105.440 -0.18%
USDCHF 0.91490 0.02%
USDCAD 1.32200 0.10%
GOLDUD 1906.900 -0.02%
COFR 604846 -0.63%
USD/IDR 14695 -0.03%

Fokus Crude Oil:

      1. OPEC+ akan memastikan bahwa harga minyak tidak jatuh lagi, ungkap Muhammad Barkindo (15/10).
      2. Eropa semakin perketat pembatasan seiring dengan infeksi yang terus melonjak.



Jumat, 16 Oktober 2020 - Harga minyak pada penutupan pekan pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi di kisaran harga IDR 600,000 - 606,000 per barel. Meski penurunan stok minyak AS dan penegasan komitmen OPEC+ memberikan dukungan pada pasar minyak, namun sentimen dari melonjaknya kasus infeksi yang berujung pada pembatasan yang lebih ketat, membebani pasar minyak dan membatasi harga naik lebih lanjut.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 3.8 juta barel, ungkap Energy Information Administration (EIA) dalam laporan yang dirilis Kamis malam untuk pekan yang berakhir 9 Oktober. Penurunan tersebut juga melebihi prediksi pasar yang sebelumnya memperkirakan penurunan stok hanya sebesar 2.8 juta barel. Dalam laporan EIA tersebut juga menunjukkan persediaan di pusat penyimpanan terbesar negara itu di Cushing, Oklahoma, naik terbesar sejak April karena Badai Delta menurunkan permintaan minyak mentah dari penyulingan di Pantai Teluk AS.
Aliansi OPEC+ akan memastikan bahwa harga minyak tidak jatuh lagi ketika bertemu untuk menetapkan kebijakan pada akhir November mendatang, ungkap sekretaris jenderal OPEC, Mohammad Barkindo pada hari Kamis. Meski demikian, Barkindo juga menekankan bahwa pemulihan permintaan minyak akan berjalan lebih lambat dari yang diharapkan.
Sementara itu, kasus virus korona yang terus meningkat di seluruh dunia, mengarah pada pembatasan yang lebih ketat di kota-kota Eropa. Inggris diperkirakan akan memberlakukan pembatasan yang lebih ketat di London mulai tengah malam pada hari Jumat. Di Prancis, telah diberlakukan jam malam di Paris dan delapan kota besar lainnya untuk meredam lonjakan infeksi. Selain di Eropa, meningkatnya infeksi secara tajam juga terjadi di India yang merupakan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, bahkan saat ini India bersiap untuk menghadapi lonjakan dalam beberapa minggu mendatang saat memasuki musim liburan utamanya. Di AS, Wisconsin dan negara bagian lain di Midwest dan sekitarnya melaporkan peningkatan kasus infeksi baru dan rawat inap seiring dengan suhu yang semakin dingin di wilayah tersebut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 620,000 - 640,000 per barel serta kisaran Support di IDR 590,000 - 570,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
19:30 CAD - Manufacturing Sales MoM - -1.4% 7%
19:30 USA - Retail Sales MoM - 0.7% 0.6%
19:30 USA - Retail Sales ex Autos MoM - 0.5% 0.7%
20:15 USA - Industrial Production MoM - 0.5% 0.4%
20:15 USA - Manufacturing Production MoM - 0.7% 1%
21:00 USA - Business Inventories MoM - 0.4% 0.1%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER