Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.18520 -0.03%
GBPUSD 1.32730 -0.24%
AUDUSD 0.73040 -0.15%
NZDUSD 0.69240 -0.23%
USDJPY 103.800 0.01%
USDCHF 0.91090 0.04%
USDCAD 1.30800 0.10%
GOLDUD 1871.060 -0.01%
COFR 588274 -0.02%
USD/IDR 14050 0.36%

Fokus Crude Oil:

      1. Bentrok dengan Saudi, UEA mempertimbangkan untuk keluar dari aliansi OPEC+.
      2. Uji coba akhir vaksin buatan Pfizer terbukti efektif 95% dan tidak ada efek samping yang serius.



Kamis, 19 November 2020 - Harga minyak pada perdagangan pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi di kisaran harga IDR 582,000 - 588,000 per barel. Sentimen positif dari berita terbaru vaksin Pfizer memberikan dukungan pada pasar minyak. Meski demikian, sinyal keretakan di aliansi OPEC+ serta lonjakan infeksi Covid-19 membuat pasar minyak terbebani dan membatasi harga minyak naik lebih lanjut.
Dari OPEC+ dilaporkan bahwa ketegangan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi semakin meningkat, bahkan para pejabat UEA melontarkan gagasan untuk mempertimbangkan keputusan meninggalkan aliansi OPEC+. Ketegangan antara UEA dan Saudi telah meningkat sejak akhir musim panas, ketika UEA meningkatkan produksinya di atas kuota yang disepakati. Namun tampaknya ketegangan tersebut kian memuncak pasca alokasi target produksi terbaru yang dianggap tidak adil oleh UEA. Menteri Energi UEA, Suhail Al-Mazrouei mengatakan setiap anggota harus diyakinkan terlebih dahulu tentang perlunya menunda peningkatan produksi yang awalnya dijadwalkan pada Januari 2021. Meski belum jelas apakah peringatan dari UEA tersebut merupakan manuver untuk memaksa negosiasi atas kuota produksi atau mewakili posisi UEA dalam kesepakatan di Januari mendatang, Namun tanda-tanda keretakan dalam aliansi OPEC+ akan membuat pasar minyak yang sudah rapuh menjadi makin terbebani.
Angka resmi dari Pemerintah untuk stok minyak mentah mingguan AS menunjukkan kenaikan stok sebesar 768,000 per barel, ungkap Energy Information Administration (EIA) untuk pekan yang berakhir 13 November. Meski demikian, kenaikan tersebut jauh lebih rendah dari prediksi sebelumnya yang memperkirakan kenaikan stok sebesar 1.65 juta barel.
Dari AS juga dilaporkan bahwa produsen obat asal AS, Pfizer pada hari Rabu mengumumkan bahwa hasil uji coba akhir dari vaksin yang dikembangkan bersama dengan BioNTech terbukti efektif 95% dan tidak ada efek samping yang serius. Diharapkan otoritas obat AS dapat memberikan ijin penggunaan darurat pada pertengahan Desember, dan untuk persetujuan bersyarat di Uni Eropa diharapkan akan diperoleh pada paruh kedua Desember, ungkap Kepala Eksekutif BioNTech Ugur Sahin kepada Reuters.
Sementara itu, kekhawatiran pasar akan kerusakan ekonomi akibat pandemi virus korona masih tetap bertahan. Walikota New York, Bill de Blasio mengumumkan penghentian kegiatan pembelajaran tatap muka di distrik sekolah terbesar AS seiring dengan angka kematian di AS akibat Covid-19 melampaui 250,000 kematian pada hari Rabu. Di bagian lain dunia, kasus virus korona mencapai rekor harian tertinggi di Tokyo dan Korea Selatan. Sementara Australia pada hari Rabu dilaporkan melakukan penguncian nasional selama 6 hari pasca ditemukannya wabah virus korona jenis baru. Di Turki, penerapan jam malam dan sejumlah pembatasan lainnya akan mulai diberlakukan pada Jumat malam dan akan berlangsung hingga akhir tahun.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 595,000 - 615,000 per barel serta kisaran Support di IDR 570,000 - 550,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
20:30 USA - Continuing Jobless Claims - 6,470K 6,786K
20:30 USA - Initial Jobless Claims - 707K 709K
22:00 USA - CB Leading Index MoM - 0.7% 0.7%
22:00 USA - Existing Home Sales MoM - -1.2% 9.4%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER