Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.13590 0.14%
GBPUSD 1.27210 0.17%
AUDUSD 0.69270 0.33%
NZDUSD 0.65780 0.18%
USDJPY 107.390 -0.01%
USDCHF 0.97630 0.00%
USDCAD 1.32180 -0.18%
GOLDUD 1400.950 0.32%
COFR JUL19 817373 0.23%
USD/IDR 14130 0.07%

Fokus Crude Oil:

      1. AS akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran.
      2. Iran tetap akan mengurangi komitmennya dalam perjanjian nuklir 2015.



Senin, 24 Juni 2019 - Harga minyak pada pembukaan pekan pagi ini masih berada di zona hijau, bergerak di kisaran harga IDR 815,000 - 820,000 per barel. Harga minyak telah mengalami reli bullish sejak minggu lalu terpicu oleh memanasnya situasi di Timur Tengah serta tensi antara AS dan Iran yang kian memuncak memicu kekhawatiran terganggunya pasokan minyak global.
Mengutip berita dari Bloomberg (23/6), Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menjatuhkan sanksi besar baru terhadap Iran pada hari ini. Sebelumnya, Trump telah membatalkan rencana serangan udara terhadap Iran setelah insiden penembakan drone milik Angkatan Laut AS minggu lalu. Menurut para pengamat, sanksi baru ini kemungkinan akan berkaitan dengan pernyataan Iran baru-baru ini untuk meningkatkan produksi nuklir negaranya.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada hari Minggu (23/6) kembali menegaskan keputusan Iran untuk mengurangi sejumlah komitmennya dalam perjanjian nuklir 2015 selama tuntutannya tidak dipenuhi. Selain itu, Iran juga mengatakan akan menanggapi dengan tegas segala ancaman dan memperingatkan akan risiko terjadinya konfrontasi militer.
Serangkaian insiden yang terjadi di Timur Tengah khususnya sekitar Teluk Oman dan Selat Hormuz semakin meningkatkan kekhawatiran dapat terjadinya konflik militer di kawasan tersebut. Hal ini terlihat dari keputusan Saudi Arabian Airlines serta regulator penerbangan AS yang melarang jalur penerbangan melalui wilayah tersebut sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Sementara itu mengutip laporan terbaru dari OPEC, dilaporkan bahwa produksi minyak mentah Venezuela bulan Mei turun 35,000 barel menjadi 741,000 barel per hari, level terendah dalam kurun waktu 50 tahun terakhir. Pasar akan memantau pertemuan OPEC beserta sekutunya pada tanggal 1 dan 2 Juli mendatang untuk mendapatkan arah yang lebih jelas untuk pasar minyak global kedepannya. Selain pertemuan OPEC+, yang akan menjadi perhatian pasar adalah pertemuan G20 pada tanggal 28 - 29 Juni ini, karena akan menentukan kelanjutan dari perang dagang yang berlangsung antara AS dan China, yang tentunya akan mempengaruhi ekonomi global dan salah satunya berimbas pada permintaan minyak global.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance 830,000 - 840,000, jika mendapat katalis negatif harga akan bergerak turun dalam kisaran Support 800,000 - 780,000.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
19:30 USA - Chicago Fed National Activity Index (May) - -0.37 -0.45
21:30 USA - Dallas Fed Manufacturing Business Index (Jun) - 4.8 -5.3

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER