Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.12520 0.11%
GBPUSD 1.25180 0.14%
AUDUSD 0.69740 0.14%
NZDUSD 0.66580 0.24%
USDJPY 108.470 -0.10%
USDCHF 0.98990 -0.03%
USDCAD 1.30700 -0.22%
GOLDUD 1403.600 0.36%
COFR AUG19 850612 0.18%
USD/IDR 14065 0.07%

Fokus Crude Oil:

      1. OPEC memprediksi permintaan minyak akan melemah di tahun 2020.
      2. Laporan mingguan Oil Rig Count AS dari Baker Hughes.



Jumat, 12 Juli 2019 - Di penutupan pekan pagi ini harga minyak terkonsolidasi bergerak datar di rentang harga IDR 848,000 - 853,000 per barel. Proyeksi permintaan minyak mentah yang dirilis oleh OPEC meredam kenaikan harga yang hampir menyentuh level tertinggi selama kurun waktu sebulan lebih akibat gangguan pasokan akibat badai tropis.
Organisasi Negara Eksportir Minyak atau yang dikenal dengan OPEC mengeluarkan proyeksi pasar minyak 2020 dalam laporan bulanan yang dirilis hari Kamis (11/7). OPEC memprediksi kebutuhan minyak mentah dari 14 anggota OPEC tahun depan sebesar 29.27 juta barel per hari atau turun 1.34 juta barel per hari dari tahun ini. Perkiraan tersebut memicu spekulasi akan terjadinya surplus pasokan minyak global meskipun dilakukan pemangkasan produksi oleh OPEC+.
Sementara itu mengutip dari reuters (11/7) dilaporkan bahwa AS telah memutuskan untuk tidak menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif untuk saat ini. Sebelumnya pada 24 Juni lalu, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan Zarif akan dimasukan dalam daftar hitam. Keputusan AS tersebut menandakan bahwa AS mungkin ingin membuka pintu diplomasi dengan Iran.
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen tiba di AS hari Kamis (11/7) memulai perjalanan kenegaraan yang dijadwalkan selama 4 malam di AS. China bereaksi keras dan menegaskan akan mempertahankan demokrasi China dari ancaman pasukan luar negeri dalam referensi terselubung ke China. Hal ini semakin meyakinkan para pengamat akan ketidakpastiaan terjadinya kesepakatan terkait negosiasi dagang antara AS dan China.
Indikator yang ditunggu oleh pasar untuk menentukan arah pergerakan harga minyak selanjutnya adalah laporan mingguan hitungan rig minyak AS yang akan dirilis oleh Baker Hughes dini hari nanti. Dalam laporan minggu lalu rig minyak AS turun ke level 788 rig dari posisi sebelumnya di 793 rig.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance 875,000 - 885,000 serta kisaran Support 835,000 - 825,000.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
19:30 USA - Producer Price Index (YoY) (Jun) - 1.6% 1.8%
19:30 USA - Producer Price Index (MoM) (Jun) - 0.0% 0.1%
19:30 USA - Producer Price Index ex Food & Energy (YoY) (Jun) - 2.2% 2.3%
19:30 USA - Producer Price Index ex Food & Energy (MoM) (Jun) - 0.2% 0.2%
21:00 USA - Fed's Evans Speech - - -

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER