Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.18630 0.13%
GBPUSD 1.28390 -0.01%
AUDUSD 0.72900 0.19%
NZDUSD 0.66960 0.10%
USDJPY 105.710 -0.05%
USDCHF 0.90820 -0.10%
USDCAD 1.31700 -0.08%
GOLDUD 1956.900 0.25%
COFR 549880 0.16%
USD/IDR 14800 0.44%

Fokus Crude Oil:

      1. OPEC pangkas proyeksi permintaan minyak dunia pada 2020 dan 2021.
      2. Badai Sally semakin menguat dan berpotensi menjadi badai Kategori 3.



Selasa, 15 September 2020 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi di kisaran harga IDR 547,000 - 552,000 per barel. OPEC yang merevisi proyeksi pertumbuhan minyak dunia tahun 2020 dan 2021 memberikan sentimen negatif pada pasar minyak. Memburuknya tensi AS dan China juga turut membebani pasar minyak. Meski demikian, ancaman dari Badai Sally membatasi harga turun lebih lanjut.
OPEC pada hari Senin memangkas prospek pertumbuhan permintaan minyak dunia pada tahun 2020 dan 2021, akibat pandemi Covid-19 yang diperkirakan akan bertahan lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Dalam laporannya, OPEC memperkirakan permintaan minyak 2020 akan berkontraksi dari 9.5 juta bph menjadi 90.2 juta bph, sebelumnya OPEC memperkirakan penurunan di level 9.1 juta bph. OPEC juga memperkirakan dampak negatif terhadap permintaan minyak di Asia dapat terus bertahan hingga 6 bulan pertama di tahun 2021. Permintaan minyak dunia tahun depan diproyeksikan tumbuh sebesar 6.6 juta bph menjadi 96.9 juta bph, turun sekitar 400,000 bph dari proyeksi OPEC sebelumnya.
Pusat Badai Nasional AS pada hari Senin melaporkan perkembangan Badai Sally yang semakin menguat saat bergerak menuju Teluk Meksiko dan berpotensi menjadi badai Kategori 3. Badai Sally diperkirakan akan menerjang Pantai Mississippi dan Alabama pada hari Selasa. Banyak perusahaan energi, kilang dan pelabuhan telah ditutup pada hari Senin. Badai Sally merupakan badai kuat kedua dalam waktu kurang dari sebulan yang mengancam aktivitas minyak dan gas di jantung energi AS.
Sementara itu, tensi antara AS dan China kian memburuk. Pihak administrasi Trump pada hari Senin mengumumkan untuk mengesampingkan rencana larangan impor yang semula menargetkan seluruh produk kapas, tekstil kapas dan tomat, dipersempit larangannya menjadi produk dari lima entitas tertentu. Penjabat Deputi Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Kenneth Cuccinelli mengatakan produk asal Xinjiang yang akan diblokir agar tidak masuk ke AS mencakup kapas, tekstil, pakaian jadi, produk rambut, dan komponen komputer. Di hari yang sama, China mengumumkan akan melakukan penyelidikan anti-subsidi pada beberapa impor glikol eter dari AS mulai dari 14 September. Pada akhir Agustus, China telah meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap impor produk yang sama dari AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 600,000 - 630,000 per barel serta kisaran Support di IDR 500,000 - 470,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
19:30 CAD - Manufacturing Sales MoM - 8.7% 20.7%
19:30 CAD - New Motor Vehicle Sales - - 149K
19:30 USA - Export Prices MoM - 0.4% 0.8%
19:30 USA - Import Prices MoM - 0.5% 0.7%
20:15 USA - Industrial Production MoM - 1% 3%
20:15 USA - Manufacturing Production MoM - 1.2% 3.4%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER