Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.09690 0.05%
GBPUSD 1.22880 0.03%
AUDUSD 0.67320 0.21%
NZDUSD 0.62890 0.41%
USDJPY 107.280 0.07%
USDCHF 0.99460 0.05%
USDCAD 1.33060 -0.09%
GOLDUD 1493.150 -0.09%
COFR 759967 -1.58%
USD/IDR 14170 -0.14%

Fokus Crude Oil:

      1. 28 entitas China dimasukkan ke dalam daftar hitam AS oleh Trump karena kasus Uighur di Xinjiang.
      2. Laporan mingguan persediaan minyak mentah AS dari API.



Selasa, 08 Oktober 2019 - Harga minyak di perdagangan pagi ini terpantau kembali tertekan dan bergerak di kisaran harga IDR 745,000 - 760,000 per barel setelah keputusan Trump untuk memasukkan 28 entitas asal China menjelang berlangsungnya pertemuan dagang level menteri antara AS dan China yang dijadwalkan akan berlangsung pada 10 - 11 Oktober meredupkan harapan akan tercapainya kesepakatan pada pertemuan tersebut.
Departemen Perdagangan AS pada hari Senin menambahkan 28 entitas asal China kedalam daftar hitam AS serta melarang entitas-entitas tersebut untuk membeli produk-produk AS. Yang ditambahkan kedalam "Daftar Entitas" tersebut termasuk Biro Keamanan Publik Pemerintah Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, 19 agen pemerintah bawahan dan delapan perusahaan komersial seperti Hikvision, Zhejiang Dahua Technology, IFLYTEK Co, Xiamen Meiya Pico Information Co dan Yixin Science and Technology Co. Hikvision dan Dahua Technology merupakan dua dari produsen produk pengawasan video terbesar di dunia. Pihak Departemen mengatakan "entitas telah terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran dalam pelaksanaan kampanye penindasan China, penahanan sewenang-wenang massal, dan pengawasan teknologi tinggi terhadap Uighur, Kazakh, dan anggota lain dari kelompok minoritas Muslim."
Sementara itu Kementerian Perdagangan China pada hari Selasa mengumumkan bahwa Wakil Perdana Menteri China, Liu He, dan negosiator perdagangan utama China lainnya akan melakukan perjalanan ke Washington untuk bertemu dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada 10 - 11 Oktober ini.
Dari Reuters dilaporkan bahwa Menteri Energi Rusia, Alexander Novak, pada hari Senin mengatakan bahwa Rusia harus mereformasi pajak sektor minyak dan gas untuk menghasilkan sekitar 10 miliar ton cadangan minyak yang saat ini tidak ekonomis. Novak menambahkan bahwa melalui sistem perpajakan baru ini dapat meningkatkan margin laba sebesar $ 3-5 per barel, membuat minyak Rusia semakin kompetitif untuk bersaing dengan saingan seperti perusahaan serpih AS.
Indikator yang dipantau oleh pasar dalam waktu dekat ini adalah laporan persediaan minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir 4 Oktober yang akan dirilis oleh American Petroleum Institute (API) dini hari nanti. Di pekan sebelumnya API melaporkan stok minyak mentah AS turun sebesar 5.92 juta barel.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 785,000 - 815,000 per barel serta kisaran Support di IDR 720,000 - 690,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
17:00 USA - NFIB Business Optimism Index (Sep) - 104.1 103.1
19:15 CAD - Housing Starts s.a (YoY) (Sep) - 215.0K 226.6K
19:30 USA - Producer Price Index (YoY) (Sep) - 1.8% 1.8%
19:30 USA - Producer Price Index (MoM) (Sep) - 0.1% 0.1%
19:30 USA - Producer Price Index ex Food & Energy (YoY) (Sep) - 2.3% 2.3%
19:30 USA - Producer Price Index ex Food & Energy (MoM) (Sep) - 0.2% 0.3%
19:30 CAD - Building Permits (MoM) (Aug) - -2% 3%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER