Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.10480 0.01%
GBPUSD 1.28110 0.02%
AUDUSD 0.68970 -0.26%
NZDUSD 0.63640 0.00%
USDJPY 109.270 -0.05%
USDCHF 0.99510 -0.06%
USDCAD 1.31720 0.06%
GOLDUD 1467.764 0.04%
COFR 800934 -0.52%
USD/IDR 14005 0.11%

Fokus Crude Oil:

      1. China dan AS sepakat untuk membatalkan tarif secara bertahap sebagai bagian dari kesepakatan dagang fase pertama.
      2. OPEC+ kemungkinan akan menegaskan kembali komitmen yang sudah ada pada pertemuan di Wina bulan depan.



Jumat, 08 November 2019 - Di penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau berada di zona merah dan bergerak di kisaran harga IDR 796,000 - 809,000 per barel. Sejauh ini harga minyak mendapat dukungan dari pernyataan positif terkait pakta dagang AS - China dan situasi geopolitik di Timur Tengah. Meski demikian, OPEC+ yang belum memutuskan untuk memperdalam pemotongan produksi pada pertemuan bulan depan membuat pasar minyak bergerak hati-hati.
Para pejabat dari China dan AS pada hari Kamis mengumumkan bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk membatalkan tarif barang satu sama lain secara bertahap sebagai bagian dari kesepakatan dagang fase pertama untuk ditandatangani oleh Trump dan Xi. Di tanggal 3 - 4 Desember, Trump dan Xi dapat bertemu langsung pada pertemuan NATO di London. Jika kesepakatan fase pertama selesai dan ditandatangani, secara luas diperkirakan akan mencakup janji AS untuk membatalkan tarif yang dijadwalkan 15 Desember untuk impor produk China senilai sekitar USD 156 miliar, termasuk ponsel, komputer laptop, dan mainan.
Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya yang dikenal dengan OPEC+ lebih cenderung untuk tetap berpegang pada komitmen pemangkasan produksi yang telah ada dibanding mendorong pemangkasan lebih dalam pada pertemuan bulan depan. OPEC+ yang mewakili sekitar setengah dari pasokan global, dijadwalkan akan bertemu di Wina pada 5 dan 6 Desember untuk meninjau kembali kebijakan terkait pasar minyak.
Sementara itu Menteri Perminyakan Suriah pada hari Kamis mengumumkan bahwa terjadi ledakan selama operasi pemeliharaan di salah satu unit produksi kilang Banias Suriah di dekat pantai Mediterania yang memiliki kapasitas produksi lebih dari 130,000 barel minyak mentah per hari.
Indikator dalam waktu dekat yang dipantau oleh pasar adalah laporan rig minyak AS untuk pekan yang berakhir 8 November yang akan dirilis oleh perusahaan jasa energi, Baker Hughes, malam nanti. Di pekan sebelumnya, Baker Hughes melaporkan jumlah rig minyak AS turun 5 rig ke level 691 rig.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 820,000 - 840,000 per barel serta kisaran Support di IDR 780,000 - 760,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
20:15 CAD - Housing Starts s.a (YoY) (Oct) - 221.2K 221.2K
20:30 USA - Fed's Brainard speech - - -
20:30 CAD - Building Permits (MoM) (Sep) - -2.0% 6.1%
20:30 CAD - Average Hourly Wages (YoY) (Oct) - - 4.25%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER