Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.18480 -0.03%
GBPUSD 1.28880 0.14%
AUDUSD 0.73010 0.15%
NZDUSD 0.67220 0.00%
USDJPY 105.430 -0.13%
USDCHF 0.90830 -0.01%
USDCAD 1.31800 -0.07%
GOLDUD 1955.529 0.03%
COFR 567580 1.20%
USD/IDR 14780 0.14%

Fokus Crude Oil:

      1. Badai Sally melanda Pantai Teluk AS dan berpotensi membawa bencana banjir.
      2. IEA pangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak 2020 menjadi 91.7 juta bph.



Rabu, 16 September 2020 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat di kisaran harga IDR 567,000 - 576,000 per barel, didukung oleh gangguan produksi di AS akibat Badai Sally yang membawa potensi bencana banjir. Turunnya stok minyak mentah juga turut mendukung kenaikan harga. Meski demikian, kekhawatiran akan lesunya pertumbuhan permintaan minyak menahan laju kenaikan harga minyak.
Hampir 500,000 bph produksi minyak mentah lepas pantai dan 28%, atau 759 juta kaki kubik per hari produksi gas alam serta pelabuhan ekspor ditutup pada hari Selasa karena Badai Sally yang terhenti di Teluk Meksiko, melanda wilayah itu dengan hujan lebat dan mengancam terjadinya bencana banjir. Meski Badai Sally terpantau sedikit melemah tetapi diperkirakan masih berpotensi untuk kembali menguat, ungkap Pusat Badai Nasional pada hari Selasa.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 9.5 juta barel, ungkap grup industri American Petroleum Institute (API) dalam laporan untuk pekan yang berakhir 11 September. Angka resmi dari pemerintah akan dirilis malam nanti oleh Energy Information Administration (EIA). Untuk stok versi EIA diperkirakan akan terjadi kenaikan sebesar 1.3 juta barel.
Sementara itu, menyusul OPEC yang memangkas perkiraan pertumbuhan minyak pada 2020 dan 2021, International Energy Agency (IEA) pada hari Selasa juga memangkas prospek pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2020 menjadi 91.7 juta bph, turun 200,000 bph dari perkiraan sebelumnya. Meski demikian, angka tersebut sedikit lebih optimis dari proyeksi OPEC di angka 90.2 juta bph. Selain itu, IEA juga memperkirakan permintaan minyak dunia akan tumbuh sekitar 5.5 juta bph tahun depan, naik ke rata-rata 97.1 juta bph pada 2021.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 620,000 - 650,000 per barel serta kisaran Support di IDR 530,000 - 500,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
18:00 USA - MBA Mortgage Applications - - 2.9%
19:30 CAD - Core Inflations Rate YoY - - 0.7%
19:30 CAD - Inflations Rate YoY - 0.4% 0.1%
19:30 USA - Retail Sales MoM - 1% 1.2%
19:30 USA - Retail Sales Ex Autos MoM - 0.9% 1.9%
21:00 USA - Business Inventories MoM - 0.1% -1.1%
21:30 USA - EIA Crude Oil Stocks Change - 1,271M 2,032M
21:30 USA - EIA Gasoline Stocks Change - -0.16M -2,954M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER