Fokus Emas:

      1. The Fed diproyeksikan akan tetapkan kebijakan kontraksi moneter, dolar AS menguat
      2. Dolar AS makin kuat memasuki batas tenggat waktu revisi anggaran Italia dan ketidakpastian Brexit

Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.12170 0.20%
GBPUSD 1.28460 0.35%
AUDUSD 0.71710 0.54%
NZDUSD 0.67080 0.57%
USDJPY 113.820 0.24%
USDCHF 1.01070 0.00%
USDCAD 1.32440 -0.12%
GOLDUD 1,200.380 0.17%
USD/IDR 14,835 -0.03%


Harga emas turun 0,75% ke level $ 1.200,60 dari $ 1.209,70 pada hari sebelumnya. Investor cenderung menyukai berinvestasi pada pasar mata uang asing karena terdapat indikasi penguatan dolar AS. Kemarin, dolar AS mencapai puncak tertinggi sejak 16 bulan terakhir.
Persoalan politik terkait anggaran Italia menekan euro, mendongkrak kenaikan dolar AS, dan melemahkan harga emas karena permintaan terhadap emas menjadi turun. Italia perlu pertimbangkan perubahan rancangan pertumbuhan anggaran tahun 2019, mengingat Uni Eropa menolak rancangan anggaran Italia pada bulan lalu.
Sebelumnya Italia menetapkan target defisit anggaran sebesar 2,4% terhadap PDB, dengan beban utang yang dimiliki sebesar 131% dari PDB Italia, ditetapkan telah melanggar peraturan zona euro. Uni Eropa kemudian memberi Italia tenggat waktu hingga 13 November 2018 untuk mengubah rancangan tersebut, jika tidak, Italia akan mendapatkan sanksi dari UE.
Selain itu, ketegangan antara kesepakatan Theresa May dengan Uni Eropa ikut dorong kenaikan dolar AS. Dalam rentang waktu kurang dari lima bulan, Inggris secara efektif akan keluar dari Uni Eropa, tetapi negoisasi mengenai perbatasan darat Irlandia Utara hingga kini belum mencapai kesepakatan. Ketidakpastian politik di Uni Eropa mendorong kenaikan dolar, menekan harga emas.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
07.30 AUD – NAB Business Confidence 4 N/A 6
16.30 GBP – Unemployment Rate 4% 4%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter




ICDX MEMBER