Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.12250 0.10%
GBPUSD 1.23390 0.22%
AUDUSD 0.68630 0.25%
NZDUSD 0.64040 0.41%
USDJPY 107.180 0.04%
USDCHF 0.94800 -0.06%
USDCAD 1.36700 -0.12%
GOLDUD 1772.490 -0.20%
COFR 542600 -0.05%
USD/IDR 14150 0.07%

Fokus Crude Oil:

      1. Lonjakan angka Covid-19 memicu beberapa negara berlakukan pembatasan kembali.
      2. Melambatnya permintaan minyak di China mulai terlihat dari turunnya pengiriman untuk bulan Mei.



Senin, 29 Juni 2020 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau merosot ke zona bearish dan bergerak di kisaran harga IDR 538,000 - 545,000 per barel. Lonjakan kasus Covid-19 yang berujung pada keputusan pembatasan kembali oleh beberapa negara memicu kekhawatiran akan berkurangnya permintaan bahan bakar.
Meningkatnya kasus Covid-19 hingga melebihi angka 10 juta pada hari Minggu memicu beberapa negara mendorong pemerintah untuk memberlakukan pembatasan kembali. California memerintahkan beberapa bar untuk ditutup pada hari Minggu, menyusul langkah serupa di Texas dan Florida. Negara bagian Washington dan kota San Francisco telah menghentikan rencana pembukaan kembali. Pembatasan kembali juga telah diberlakukan di beberapa bagian Beijing dan Lisbon dan di dua kota di Jerman barat. Argentina memperpanjang dan memperketat penguncian di sekitar Buenos Aires menyusul peningkatan tajam dalam kasus Covid-19 di negara tersebut.
Sementara itu tanda-tanda melemahnya permintaan dari China mulai terlihat dari turunnya pengiriman minyak bulan Mei ke negara yang merupakan konsumen minyak terbesar dunia tersebut. Mengutip data dari Bloomberg, pengiriman minyak di bulan Mei hanya sebesar 12 juta barel, padahal China melakukan pembelian sekitar 23 juta barel minyak mentah AS untuk pemuatan bulan Mei. Turunnya pengiriman minyak tersebut juga kemungkinan menjadi faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya pasokan minyak mentah di sepanjang Gulf Coast, tempat bagi beberapa kilang terbesar AS, di mana tumpukan minyak berada pada rekor tertinggi.
Dari sisi rig minyak dilaporkan bahwa jumlah rig minyak AS masih berada dalam rentang level terendahnya sejak Juni 2009, mengutip dari laporan yang dirilis pada akhir pekan lalu oleh Baker Hughes. Dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa jumlah rig minyak dalam sepekan turun 1 rig ke level 188 rig untuk pekan yang berakhir 26 Juni.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 620,000 - 650,000 per barel serta kisaran Support di IDR 480,000 - 450,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
19:30 CAD - Building Permits MoM - - -17.1%
19:30 CAD - PPI MoM - -0.5% -2.3%
19:30 CAD - Raw Materials Prices MoM - -7.5% -13.4%
21:00 USA - Pending Home Sales MoM - -19.9% -21.8%
21:30 USA - Dallas Fed Manufacturing Index - - -49.2
22:00 USA - Fed Daly Speech - - -

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER