Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.12030 0.04%
GBPUSD 1.29060 0.04%
AUDUSD 0.69430 -0.19%
NZDUSD 0.65750 -0.12%
USDJPY 109.600 0.02%
USDCHF 1.00850 -0.02%
USDCAD 1.34600 0.01%
GOLDUD 1296.920 -0.12%
COFR JUN19 886735 0.13%
USD/IDR 14440 0.00%

Fokus Crude Oil:

      1. Fasilitas minyak Arab Saudi diserang pemberontak Yaman.
      2. Laporan stok minyak mentah mingguan EIA.



Rabu, 15 Mei 2019 - Harga minyak melonjak naik 1 persen pada pembukaan perdagangan pagi hari ini pasca berita serangan drone bermuatan bahan peledak di 2 stasiun pompa minyak Laut Merah milik perusahaan minyak Arab Saudi, menyusul dugaan sabotase atas 2 kapal tanker minyak Arab Saudi pada hari Minggu kemarin. Akan tetapi lonjakan stok minyak AS sebagaimana dirilis oleh API menahan laju kenaikan harga minyak lebih jauh.
Khalid al-Falih, Menteri Energi Arab Saudi, mengatakan telah menutup jalur pipa utama yang menghubungkan kilang minyak di timur dengan distribusi di Laut Merah setelah serangan drone di 2 kilang minyak Saudi Aramco dekat Riyadh yang dilakukan hari Selasa kemarin (14/5). Serangan tersebut diklaim oleh milisi Houthi di Yaman, yang didukung oleh Iran, meskipun Iran secara tegas membantah keterlibatan pihaknya atas serangan itu. Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran, menyerukan dilakukan penyelidikan independen serta mengkritik perkembangan mencurigakan di regional yang disebut bertujuan untuk menciptakan ketegangan di wilayah kaya minyak tersebut. AS, UAE dan Arab Saudi mendorong dilakukan aksi terhadap Iran yang diklaim memiliki bukti keterlibatan Tehran serta para pendukungnya dibalik serangkaian insiden tersebut.
Sementara itu American Petroleum Institute (API) melaporkan lonjakan produksi minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir 10 Mei, naik ke level 8.6 juta barel dibanding sebelumnya di level 2.8 juta barel. Pasar memantau laporan stok minyak mingguan AS yang akan dirilis oleh Energy Information Administration (EIA) hari ini.
Dalam laporan terbaru yang dirilis Reuters dikatakan bahwa Presiden AS Donald Trump siap mengesahkan perintah untuk membatasi perusahaan telekomunikasi asing di AS. Aturan baru tersebut dikabarkan akan ditandatangani hari ini (15/5). Tampaknya Trump berencana memulai babak baru perang di bidang telekomunikasi disamping perang tarif dagang saat ini dengan China serta sanksi terhadap Iran yang menargetkan sektor minyak dan industri logam negara tersebut.
Mengutip dari surat kabar harian Perancis, Le Monde, mantan Menteri Luar Negeri Iran Kamal Kharrazi mengatakan bahwa beberapa perusahaan Eropa masih dapat membeli minyak Iran karena mereka tidak memiliki kepentingan dengan AS sehingga tidak akan khawatir terhadap sanksi dari AS. Iran akan mulai memperkaya uranium ke tingkat tinggi jika Uni Eropa, Rusia dan China tidak memenuhi dalam 60 hari komitmen mereka untuk melindungi perdagangan minyak Iran dari sanksi AS. Sebelumnya Eropa telah menciptakan mekanisme yang disebut "Instrument In Support of Trade Exchanges" atau "INSTEX" untuk menjaga hubungan dagangnya dengan Iran, meskipun ada sanksi perbankan AS. Dalam mekanisme ini memungkinkan perdagangan antara Eropa dan Iran tanpa menggunakan dolar.
Dari sudut pandang teknis, harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 900,000 - 920,000, jika mendapat katalis negatif harga akan bergerak turun dalam kisaran Support 870,000 - 850,000.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
11:00 USA - MBA Mortgage Applications - - 2.7%
12:30 USA - NY Empire State Manufacturing Index - 8.5 10.1
12:30 USA - Retail Sales (MoM) - 0.2% 1.6%
12:30 USA - Retail Sales ex Autos (MoM) - 0.7% 1.2%
12:30 USA - Retail Sales Control Group - 0.4% 1.0%
12:30 CAD - Consumer Price Index (MoM) - 0.3% 0.7%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER