Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.11330 0.04%
GBPUSD 1.29860 0.08%
AUDUSD 0.69020 -0.13%
NZDUSD 0.66290 -0.08%
USDJPY 109.930 0.10%
USDCHF 0.97080 0.00%
USDCAD 1.30540 0.04%
GOLDUD 1548.060 -0.59%
COFR 796554 -0.62%
USD/IDR 13650 0.04%

Fokus Crude Oil:

      1. Menteri Energi Arab Saudi: "Masih terlalu dini membicarakan kelanjutan kesepakatan OPEC+ setelah Maret."
      2. Departemen Keuangan AS pada hari Senin mencabut status China sebagai manipulator mata uang.



Selasa, 14 Januari 2020 - Harga minyak di perdagangan pagi ini terpantau bergerak di kisaran harga IDR 791,000 - 798,000 per barel. Optimisme penandatangan kesepakatan dagang fase pertama AS - China yang akan berjalan sesuai rencana memberikan dukungan pada harga minyak ditengah sinyal meredanya ketegangan situasi di Timur Tengah.
Aksi unjuk rasa melanda Iran pada hari Senin menyusul pengakuan bahwa jatuhnya pesawat penumpang Ukraina memang disebabkan secara tidak sengaja oleh Pengawal Revolusi saat menembakkan rudal ke pangkalan udara AS di Irak.
Departemen Keuangan AS pada hari Senin secara resmi mencabut penunjukkan China sebagai manipulator mata uang, sebuah langkah positif menjelang penandatanganan pakta dagang fase pertama AS - China pada hari Rabu. Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer pada hari Senin mengatakan bahwa terjemahan dari pakta dagang hampir selesai dan teks dari kesepakatan itu akan dipublikasikan pada hari Rabu sebelum upacara penandatanganan. Sementara Wakil Perdana Menteri China Liu He telah tiba di Washington pada hari Senin.
Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada hari Senin mengatakan bahwa kepatuhan Irak terhadap kesepakatan pemangkasan produksi OPEC meningkat di bulan Desember dan diharapkan pada bulan Januari ini Irak akan mematuhi secara penuh komitmennya. Pangeran Abdulaziz juga menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk membicarakan apakah OPEC+ akan melanjutkan pemangkasan produksi yang akan berakhir pada bulan Maret. Bulan lalu OPEC+ menyepakati untuk melakukan pemangkasan tambahan sebesar 500,000 bph pada kuartal pertama 2020, di samping pemangkasan yang disepakati sebelumnya yakni sebesar 1.2 juta bph.
Indikator yang dipantau oleh pasar dalam waktu dekat adalah laporan stok minyak mentah AS yang akan dirilis oleh American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 10 Januari. Di pekan sebelumnya, API melaporkan stok minyak mentah turun sebesar 5.9 juta barel.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 805,000 - 820,000 per barel serta kisaran Support di IDR 780,000 - 765,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
18:00 USA - NFIB Business Optimism Index (Dec) - 103.1 104.7
20:30 USA - Consumer Price Index (MoM) (Dec) - 0.3% 0.3%
20:30 USA - Consumer Price Index (YoY) (Dec) - 2.3% 0.021
20:55 USA - Redbook Index (YoY) (Jan 10) - - 7.2%
20:55 USA - Redbook Index (MoM) (Jan 10) - - -2.6%
21:00 USA - Fed's Williams speech - - -

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER