Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.18620 -0.06%
GBPUSD 1.32420 0.08%
AUDUSD 0.72980 -0.19%
NZDUSD 0.68900 -0.15%
USDJPY 104.210 -0.10%
USDCHF 0.91120 -0.01%
USDCAD 1.31000 0.06%
GOLDUD 1877.600 0.06%
COFR 582531 -0.43%
USD/IDR 14020 0.29%

Fokus Crude Oil:

      1. Stok minyak mentah AS dalam sepekan melonjak naik sebesar 4.2 juta barel, ungkap data dari API.
      2. Menteri energi Saudi: OPEC+ harus siap menyesuaikan kesepakatan yang ada untuk mencegah harga turun lebih lanjut.



Rabu, 18 November 2020 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi turun ke zona bearish di kisaran harga IDR 579,000 - 582,000 per barel. Harga minyak tertekan oleh laporan kenaikan stok minyak mentah AS yang memicu kekhawatiran akan lemahnya permintaan bahan bakar dan potensi melimpahnya pasokan. Namun, harapan bahwa OPEC+ akan menunda rencana kenaikan produksi di Januari membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Grup industri American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak mentah dalam sepekan melonjak naik sebesar 4.2 juta barel untuk pekan yang berakhir 13 November. Sementara, untuk angka resmi dari pemerintah akan dirilis malam nanti oleh Energy Information Administration (EIA). Untuk stok versi EIA diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 1.7 juta barel.
Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman dalam pertemuan Komite Pemantau Bersama tingkat Menteri yang dilakukan pada hari Selasa menyatakan bahwa OPEC+ harus siap untuk menyesuaikan kesepakatan yang ada tentang pemotongan produksi untuk mencegah penurunan harga lebih lanjut. Meski dalam pertemuan tersebut tidak ada rekomendasi resmi yang diputuskan, namun pernyataan dari Saudi semakin menguatkan harapan bahwa OPEC+ akan melakukan penundaan rencana untuk menurunkan kuota pemangkasan saat ini di level 7.7 juta bph menjadi 5.8 juta bph pada Januari mendatang. Namun, keputusan akhir baru akan terjawab saat pertemuan OPEC+ pada 30 November dan 1 Desember nanti.
Sementara itu, Prancis pada hari Selasa menjadi negara Eropa pertama yang kasus infeksinya melampaui 2 juta kasus meskipun telah dilakukan penguncian nasional sejak 30 Oktober kemarin. Sejauh ini Eropa telah melaporkan hampir 14.5 juta kasus infeksi baru atau berkontribusi sebesar lebih dari 26% dari total kasus infeksi Covid-19 secara global.
Di AS, melonjaknya kembali kasus infeksi virus korona menyebabkan penurunan tajam dari sektor perjalanan akibat pembatasan baru yang mulai diberlakukan oleh banyak negara bagian AS. Asosiasi Perjalanan AS pada hari Selasa memperkirakan bahwa pengeluaran perjalanan pada tahun 2020 akan mengalami penurunan lebih dari $500 miliar dan diperkirakan tidak akan pulih ke tingkat sebelum pandemi hingga 2024.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 590,000 - 610,000 per barel serta kisaran Support di IDR 570,000 - 550,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
19:00 USA - MBA Mortgage Applications - - -0.5%
20:30 CAD - Core Inflation Rate YoY - 0.9% 1%
20:30 CAD - Inflation Rate YoY - 0.4% 0.5%
20:30 USA - Building Permits MoM - - 4.7%
20:30 USA - Housing Starts MoM - - 1.9%
22:30 USA - EIA Crude Oil Stocks Change - 1.65M 4.3M
22:30 USA - EIA Gasoline Stocks Change - 0.09M -2.3M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER