Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.09550 0.08%
GBPUSD 1.22160 0.01%
AUDUSD 0.67270 0.18%
NZDUSD 0.62960 0.21%
USDJPY 107.070 0.07%
USDCHF 0.99280 0.05%
USDCAD 1.33240 -0.06%
GOLDUD 1505.660 0.01%
COFR 739718 0.46%
USD/IDR 14160 0.11%

Fokus Crude Oil:

      1. EIA memangkas estimasi pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2019 dan 2020.
      2. Laporan mingguan persediaan minyak mentah AS dari EIA.



Rabu, 09 Oktober 2019 - Harga minyak mentah di perdagangan pagi ini bergerak di kisaran harga IDR 738,000 - 747,000 per barel. Sejumlah katalis negatif datang dari kekhawatiran akan hasil pertemuan dagang level menteri antara AS dan China yang dijadwalkan akan berlangsung pada 10 - 11 Oktober, selain itu keputusan EIA untuk memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global serta lonjakan persediaan minyak mentah AS menekan harga minyak. Meski demikian kondisi geopolitik di Ekuador dan Irak memberikan sedikit dukungan terhadap harga minyak.
American Petroleum Institute (API) merilis laporan stok minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir 4 Oktober, naik sebesar 4.13 juta barel dibanding pekan sebelumnya yang mengalami penurunan sebesar 5.92 juta barel. Malam nanti Energy Information Administration (EIA) akan merilis laporan serupa. Dalam laporan versi EIA diperkirakan stok minyak mentah AS akan naik sebesar 2,609 juta barel.
Energy Information Administration (EIA) pada hari Selasa mengumumkan pemangkasan estimasi pertumbuhan permintaan minyak global sebesar 50,000 bph menjadi 840,000 bph di tahun 2019 dan untuk tahun 2020 dipangkas sebesar 100,000 bph menjadi 1.30 juta bph.
Menyusul aksi AS pada hari Senin yang memasukkan 28 entitas China ke dalam daftar hitam AS, pihak administrasi AS pada hari Selasa berencana untuk membatasi aliran modal ke China, terutama untuk investasi dalam bentuk dana pensiun Pemerintah. China membantah tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan mendesak AS untuk memperbaiki kesalahan mereka dan untuk 'tetap waspada' mengenai bagaimana mereka akan membalas.
Sementara itu aksi protes keras melanda negara produsen minyak Irak dan Ekuador. Akibat aksi protes di Quito, Ekuador, pihak berwenang memutuskan menutup fasilitas ladang minyak Sacha di wilayah Amazon yang menyebabkan hilangnya 70,000 bph dari total 550,000 bph produksi minyak Ekuador. Kekhawatiran gangguan pasokan serupa juga dialami oleh Irak, dimana berdasarkan data TankerTrackers.com dilaporkan bahwa 3.5 juta barel minyak mentah diekspor dari Basra, Irak Selatan, pada bulan September.
Mengutip dari South China Morning Post, sumber anonim mengatakan kemungkinan delegasi perdagangan China akan kembali lebih awal pada tanggal 11 Oktober dari yang direncanakan sebelumnya pada tanggal 12 Oktober. Bahkan dalam pertemuan dagang yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 10 - 11 Oktober, Wakil Perdana Menteri China, Liu He, mengatakan bahwa dia tidak akan bernegosiasi atas nama Presiden China Xi Jinping.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 770,000 - 800,000 per barel serta kisaran Support di IDR 720,000 - 690,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
18:00 USA - MBA Mortgage Applications (Oct 4) - - 8.1%
21:00 USA - JOLTS Job Openings (Aug) - 7.191M 7.217M
21:00 USA - Wholesale Inventories (Aug) - 0.4% 0.4%
21:30 USA - EIA Crude Oil Stocks Change (Oct 4) - 2.609M 3.100M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER