Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.11810 0.00%
GBPUSD 1.26540 0.04%
AUDUSD 0.69000 -0.20%
NZDUSD 0.65170 -0.05%
USDJPY 109.590 0.02%
USDCHF 1.00300 0.09%
USDCAD 1.34720 -0.01%
GOLDUD 1283.150 -0.01%
COFR JUN19 842997 0.43%
USD/IDR 14435 0.17%

Fokus Crude Oil:

      1. Environmental Protection Agency (EPA) berjanji mencabut larangan E15 pada 1 Juni mendatang.
      2. Laporan US Oil Rig Count dari Baker Hughes.



Jumat, 24 Mei 2019 - Harga minyak kembali rebound pagi ini setelah ditutup jatuh lebih dari 5 persen - level terendah sejak akhir Maret 2019 - pada perdagangan kemarin, imbas dari meningkatnya ketegangan antara AS dan China ditengah berlangsungnya perang dagang yang memiliki efek negatif pada pertumbuhan ekonomi global termasuk didalamnya permintaan energi. Namun, ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kesepakatan pengurangan produksi OPEC+ menopang harga tidak jatuh lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan ke media pada Kamis (23/5) tentang kemungkinan untuk menggunakan bahan bakar etanol sepanjang tahun. Kebijakan ini merupakan bagian dari bantuan pemerintah kepada petani dan peternak AS yang dirugikan akibat perang dagang antara China dan AS. Di AS terdapat aturan yang melarang penggunaan bahan bakar yang memiliki kadar etanol tinggi selama musim panas.
Environmental Protection Agency (EPA), Lembaga yang bertanggung jawab atas kebijakan lingkungan AS mengatakan pihaknya berencana untuk mengeluarkan aturan final yang memungkinkan penjualan E15 - bensin yang dicampur dengan etanol 15 persen - pada musim panas 1 Juni mendatang, awal dimulainya "summer driving season" di AS. Sebelumnya Trump berjanji pada Oktober bahwa pemerintahannya akan menyetujui akses E15 sepanjang tahun, tetapi perubahan kebijakan terhambat oleh aksi government shutdown dan oleh debat yang keras antara pembuat biofuel dan penyuling minyak.
Renewable Fuels Association, sebuah kelompok perdagangan etanol, memperkirakan ratusan stasiun bahan bakar akan menambah peralatan E15 dalam beberapa bulan setelah EPA mengadopsi aturan final dan ribuan dalam beberapa tahun.
Para pelaku saat ini menanti dirilisnya laporan US Oil Rig Count dari Baker Hughes hari ini untuk menentukan arah baru dari pasar minyak.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance 860,000 - 880,000, jika mendapat katalis negatif harga akan kembali bergerak turun dalam kisaran Support 830,000 - 820,000.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
12:30 USA - Durable Goods Orders - -0.2% 2.8%
12:30 USA - Durable Goods Orders ex Transportation - 0.2% 0.2%
12:30 USA - Durable Goods Orders ex Defense - -2.0% 1.3%
12:30 USA - Nondefense Capital Goods Orders ex Aircraft - -0.3% 1.0%
17:00 USA - Baker Hughes US Oil Rig Count - - 802

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER