Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.08390 -0.03%
GBPUSD 1.30490 -0.02%
AUDUSD 0.67170 0.13%
NZDUSD 0.64340 0.03%
USDJPY 109.800 0.01%
USDCHF 0.97910 0.06%
USDCAD 1.32660 -0.07%
GOLDUD 1575.900 -0.03%
COFR 703149 0.35%
USD/IDR 13680 0.17%

Fokus Crude Oil:

      1. Permintaan kuartal I 2020 turun 435,000 bph, IEA pangkas proyeksi pertumbuhan 2020 menjadi 825,000 bph.
      2. Basis pasukan AS di Irak dihantam rudal, AS tuding keterlibatan Kataeb Hezbollah.



Jumat, 14 Februari 2020 - Harga minyak di penutupan pekan pagi ini terpantau bergerak di kisaran harga IDR 700,000 - 709,000 per barel. Pergerakan harga minyak yang perlahan mulai stabil dan merangkak naik sejak hari Selasa didukung oleh penurunan angka kematian dan jumlah infeksi baru COVID-19. Selain itu situasi di Timur Tengah yang berpotensi memanaskan tensi antara AS dan Iran juga ikut mendukung harga minyak.
International Energy Agency (IEA) merilis laporan pasar minyak bulanan pada hari Kamis, dimana IEA memangkas proyeksi pertumbuhan minyak 2020 akibat wabah COVID-19 yang memukul permintaan minyak. Di kuartal I 2020, permintaan diperkirakan turun sebesar 435,000 bph, menandai kontraksi kurtal pertama dalam lebih dari 10 tahun. Oleh karenanya, IEA memangkas perkiraan pertumbuhan 2020 sebesar 365,000 bph menjadi 825,000 bph, terendah sejak 2011.
Mengutip dari kantor berita AFP dilaporkan bahwa sebuah roket menghantam pangkalan Irak di provinsi terpencil Kirkuk, dimana pasukan AS ditempatkan pada hari Kamis. AS menuding Kataeb Hezbollah, faksi militer garis keras Irak yang dekat dengan Iran, sebagai dalang penembakan rudal tersebut.
Di hari yang sama, Mayor Jenderal Hossein Salami menegaskan bahwa Iran siap menyerang AS dan Israel jika kedua negara tersebut memberikan alasan untuk melakukan itu. Pernyataan Salami dilontarkan tepat pada upacara yang menandai hari ke-40 sejak kematian komandan tertinggi Qassem Soleimani akibat serangan yang diperintahkan oleh AS.
Dini hari nanti Baker Hughes akan merilis laporan mingguan jumlah rig minyak AS untuk pekan yang berakhir 14 Februari. Di pekan sebelumnya, Jumlah rig minyak mengalami kenaikan sebesar 1 rig ke level 676 rig.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 730,000 - 720,000 per barel serta kisaran Support di IDR 690,000 - 680,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
20:30 USA - Import Price Index (MoM) (Jan) - -0.2% 0.3%
20:30 USA - Export Price Index (MoM) (Jan) - -0.1% -0.2%
20:30 USA - Retail Sales (MoM) (Jan) - 0.3% 0.3%
21:15 USA - Industrial Production (MoM) (Jan) - -0.2% -0.3%
22:00 USA - Business Inventories (Dec) - 0.1% -0.2%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER