Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.18970 -0.08%
GBPUSD 1.38640 -0.22%
AUDUSD 0.77250 -0.05%
NZDUSD 0.71410 0.14%
USDJPY 108.860 -0.05%
USDCHF 0.92950 -0.01%
USDCAD 1.25000 0.06%
GOLDUD 1745.290 -0.48%
COFR 887040 -0.80%
USD/IDR 14400 0.00%

Fokus Crude Oil:

      1. Saudi gempur pangkalan militer Houthi di ibu kota Yaman pasca serangan Aramco.
      2. Meski dinyatakan aman, kepercayaan Eropa pada vaksin AstraZeneca menurun.



Senin, 22 Maret 2021 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish di kisaran harga IDR 872,000 - 888,000 per barel. Meskipun ketegangan di Timur Tengah yang meningkat memberikan dukungan pada pasar minyak, namun menurunnya kepercayaan terhadap vaksin AstraZeneca serta potensi penguncian di beberapa negara Eropa membebani pergerakan harga minyak.
Pasukan koalisi yang dipimpin Saudi menggempur pangkalan militer Houthi di ibu kota Yaman, Sana'a, pada akhir pekan sebagai balasan atas serangan yang dilakukan oleh Houthi pada hari Jumat ke kilang minyak Saudi Aramco di Riyadh. Ketegangan antara pemberontak Houthi dan Saudi telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir yang memicu kegelisahan di Timur Tengah, wilayah penting untuk produksi dan transit minyak global.
Sementara itu, data yang dirilis oleh perusahaan jajak pendapat YouGov pada hari Senin menunjukkan bahwa kepercayaan orang Eropa terhadap keamanan vaksin AstraZeneca telah mengalami penurunan. Sekitar 8,000 orang di 7 negara Eropa yang di survei antara 12 dan 18 Maret terlihat bahwa di Prancis, Jerman, Spanyol dan Italia lebih ragu-ragu untuk penggunaan vaksin AstraZeneca dibanding vaksin Pfizer dan Moderna. Dari data tersebut mengindikasikan potensi penolakan suntikan AstraZeneca, meskipun pada hari Kamis regulator Badan Obat Eropa menyatakan vaksin itu aman dan efektif.
Turut menambah tekanan pada pasar minyak, Jerman berencana untuk memperpanjang penguncian di bulan kelima dalam rangka menahan penyebaran infeksi setelah kasus baru melebihi tingkat yang mengkhawatirkan, kutip Reuters dari draf rekomendasi yang disiapkan oleh kantor Kanselir Angela Merkel menjelang konferensi video hari Senin.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 900,000 - 920,000 per barel serta kisaran Support di IDR 860,000 - 840,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
19:30 USA - Chicago Fed National Activity Index - - 0.66
21:00 USA - Existing Home Sales MoM - -3% 0.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER