Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.10770 -0.05%
GBPUSD 1.29360 -0.02%
AUDUSD 0.68170 0.00%
NZDUSD 0.65010 -0.03%
USDJPY 108.950 0.15%
USDCHF 0.99120 0.08%
USDCAD 1.33040 -0.02%
GOLDUD 1462.445 0.01%
COFR 789676 0.09%
USD/IDR 14110 0.12%

Fokus Crude Oil:

      1. Arab Saudi akan mengupayakan pemangkasan produksi berlanjut hingga pertengahan 2020.
      2. China melarang kapal militer dan pesawat terbang AS mengunjungi Hong Kong.



Selasa, 03 Desember 2019 - Harga minyak di perdagangan pagi ini terpantau bergerak stabil di kisaran harga IDR 786,000 - 794,000 per barel. Pernyataan positif dari Arab Saudi untuk mengupayakan kesepakatan diperpanjang hingga pertengahan 2020 memberikan dukungan terhadap harga minyak. Meski demikian, memanasnya tensi AS dan China memicu kekhawatiran kesepakatan fase pertama akan semakin tertunda yang memberikan tekanan pada harga minyak.
Mengutip dari Wall Street Journal, para pejabat Arab Saudi mengatakan bahwa dalam pertemuan OPEC+ pekan ini, Arab Saudi akan mengupayakan agar pemangkasan produksi dapat diperpanjang hingga pertengahan 2020 sebagai upaya untuk menopang harga saham IPO Aramco.
Sementara itu, menyusul pernyataan China pekan lalu bahwa pihaknya akan melakukan aksi balasan atas UU Hong Kong yang disahkan oleh Trump, China pada hari Senin secara resmi melarang kapal militer dan pesawat terbang AS mengunjungi Hong Kong. Selain itu China juga memberikan sanksi pada beberapa organisasi non-pemerintah AS yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para demonstran.
Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri pada hari Senin melontarkan pernyataan bahwa terlepas dari sanksi yang diberikan AS, Iran masih terus mengekspor minyaknya dengan segala cara. Jahangiri menambahkan upaya AS untuk mengekang semua ekspor minyak Iran menjadi nol telah gagal. Selain itu ia menegaskan bahwa Iran menolak pembicaraan dengan AS kecuali AS kembali ke perjanjian nuklir dan mencabut semua sanksi terhadap Iran. Iran tercatat memiliki cadangan minyak mentah terbesar keempat di dunia.
Indikator yang dipantau oleh pasar dalam waktu dekat ini adalah laporan mingguan stok minyak mentah AS yang akan dirilis oleh American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 29 November. Di pekan sebelumnya, API melaporkan persediaan minyak mentah AS naik sebesar 3.6 juta barel.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 810,000 - 825,000 per barel serta kisaran Support di IDR 775,000 - 760,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
20:55 USA - Redbook Index (YoY) (Nov 29) - - 4.3%
20:55 USA - Redbook Index (MoM) (Nov 29) - - -0.4%
21:45 USA - ISM NY Business Conditions Index (Nov) - 44.7 47.7

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER