Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.21560 -0.02%
GBPUSD 1.36380 -0.01%
AUDUSD 0.77320 0.14%
NZDUSD 0.71760 0.15%
USDJPY 103.880 0.14%
USDCHF 0.88760 0.02%
USDCAD 1.27000 -0.04%
GOLDUD 1843.560 -0.30%
COFR 742666 0.02%
USD/IDR 14055 0.11%

Fokus Crude Oil:

      1. Saudi akan kurangi alokasi minyak mentah bulan Februari ke Asia dan sebagian besar pembeli di Eropa.
      2. Sektor perjalanan tidak akan pulih hingga kuartal ketiga tahun ini, ungkap pedagang minyak terbesar.



Kamis, 14 Januari 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi di kisaran harga IDR 740,000 - 744,000 per barel. Pasar minyak kembali lesu tertekan oleh terus meningkatnya kasus infeksi baru di seluruh dunia yang berpotensi mengancam pemulihan permintaan bahan bakar. Meski demikian, berita positif dari Saudi untuk mengurangi pasokan membatasi harga turun lebih lanjut.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 3.25 juta barel, ungkap Energy Information Administration (EIA) dalam laporan yang dirilis Rabu malam untuk pekan yang berakhir 8 Januari. Penurunan tersebut jauh lebih besar dari prediksi sebelumnya yang memperkirakan penurunan hanya sebesar 2.27 juta barel. Meski demikian, untuk persediaan bensin dilaporkan mengalami peningkatan sebesar 4.40 juta barel, lebih besar dari perkiraan yaitu meningkat sebesar 2.70 juta barel. Di hari yang sama, EIA juga melaporkan produksi minyak AS stabil di level 11 juta bph untuk pekan yang berakhir 8 Januari.
Pasca pengumuman dari Arab Saudi untuk menambah pemangkasan produksi secara sukarela sebesar 1 juta bph untuk Februari dan Maret, serta menaikkan harga penjualan bulan Februari, perusahan minyak milik negara, Saudi Aramco dilaporkan akan mengurangi alokasi minyak Februari ke setidaknya 11 pabrik penyulingan di Asia dan sebagian besar pembeli di Eropa, ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut ke Bloomberg. Pengumuman tersebut memberikan dukungan positif pada pasar minyak ditengah penurunan permintaan akibat kembali meningkatnya infeksi Covid-19 di Asia dan Eropa.
China, konsumen minyak terbesar kedua dunia, melaporkan lonjakan harian terbesar kasus infeksi baru dalam lebih dari 10 bulan setelah terjadinya peningkatan hampir tiga kali lipat di provinsi Heilongjiang timur laut, memicu kekhawatiran menjelang hari libur nasional utama. Di seluruh Eropa, penguncian yang lebih ketat dan lebih lama dilakukan pada hari Rabu karena meningkatnya penyebaran varian baru dan efek vaksinasi yang diperkirakan tidak akan banyak membantu selama dua hingga tiga bulan ke depan.
Sementara itu, kembali pulihnya permintaan minyak akan bergantung pada penggunaan bahan bakar jet, yang diperkirakan tidak akan pulih hingga setidaknya kuartal ketiga tahun ini, ungkap Mike Muller, kepala divisi trading Vitol SA untuk wilayah Asia. Vitol sendiri merupakan pedagang minyak independen terbesar dunia. Dalam konferensi online Gulf Intelligence pada hari Rabu, Mike juga mengatakan bahwa permintaan minyak global turun 9 juta bph pada tahun 2020, dan akan mencapai lebih dari 6 juta bph di tahun ini.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 760,000 - 780,000 per barel serta kisaran Support di IDR 730,000 - 710,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
20:30 USA - Continuing Jobless Claims - - 5,072K
20:30 USA - Initial Jobless Claims - 780K 787K
20:30 USA - Export Prices MoM - 0.5% 0.6%
20:30 USA - Import Prices MoM - 0.6% 0.1%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER