Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.18730 -0.03%
GBPUSD 1.38230 0.00%
AUDUSD 0.76620 -0.07%
NZDUSD 0.70570 -0.09%
USDJPY 109.740 0.04%
USDCHF 0.93080 -0.01%
USDCAD 1.25600 0.17%
GOLDUD 1742.710 -0.37%
COFR 856307 0.03%
USD/IDR 14450 0.28%

Fokus Crude Oil:

      1. IMF perkirakan pertumbuhan ekonomi global akan meningkat sebesar 6% tahun ini.
      2. Laporan mingguan produksi dan stok minyak mentah AS dari EIA.



Rabu, 07 April 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish di kisaran harga IDR 853,000 - 862,000 per barel, didukung oleh penurunan stok minyak mentah AS serta proyeksi positif pertumbuhan ekonomi dari IMF. Meski demikian, gelombang ketiga Covid-19 yang mengancam pemulihan permintaan bahan bakar memberikan tekanan pada harga minyak.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 2.62 juta barel, ungkap laporan dari grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 2 April. Untuk angka resmi dari pemerintah akan dirilis malam nanti oleh Energy Information Administration (EIA), yang diperkirakan stok akan mengalami penurunan sebesar 1.44 juta barel. Selain data stok, EIA juga akan merilis data mingguan produksi minyak mentah domestik AS.
Turut mendukung harga minyak, International Monetary Fund (IMF) pada hari Selasa memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sebesar 6% tahun ini, tingkat pertumbuhan yang terlihat terakhir pada tahun 1970-an. Selain itu, IMF juga menambahkan untuk PDB global tahun 2022 terlihat meningkat sebesar 4.4%. Pemulihan ekonomi global tersebut dipicu oleh optimisme program vaksinasi untuk memerangi penyebaran virus korona, terutama di AS dimana Presiden Joe Biden menaikkan target kelayakan vaksin Covid-19 untuk semua orang dewasa hingga 19 April, ungkap IMF.
Sementara itu, ancaman pemulihan permintaan bahan bakar di Asia akibat meningkatnya kasus infeksi baru kian mengkhawatirkan. India mengumumkan akan mengurangi pembelian minyak mentah dari Arab Saudi pada bulan Mei sekitar sepertiga dari rata-rata pembelian bulanan mereka karena permintaan yang kembali lesu di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di negara importir minyak terbesar ketiga di dunia. Sekitar 86% impor minyak India tahun lalu berasal dari anggota OPEC+, dengan 19% berasal dari Arab Saudi, menurut data pemerintah.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 870,000 - 890,000 per barel serta kisaran Support di IDR 830,000 - 810,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
19:30 USA - Trade Balance - $-70.5B $-68.2B
21:00 USA - G20 Finance Ministers and Central Bank Gov. Meeting - - -
21:30 USA - EIA Crude Oil Domestic Production - - 11.1M
21:30 USA - EIA Crude Oil Stocks Change - -1.436M -0.876M
21:30 USA - EIA Gasoline Stocks Change - -0.221M -1.735M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER