Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.11230 -0.02%
GBPUSD 1.30540 -0.15%
AUDUSD 0.68960 0.20%
NZDUSD 0.66230 0.24%
USDJPY 109.480 0.11%
USDCHF 0.97340 -0.02%
USDCAD 1.30490 0.03%
GOLDUD 1562.040 -0.32%
COFR 817675 -0.76%
USD/IDR 13730 -0.36%

Fokus Crude Oil:

      1. Unjuk rasa di Iran berlanjut pasca Pengawal Revolusi mengaku telah menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina.
      2. Kesepakatan dagang fase pertama antara AS dan China akan ditandatangani hari Rabu ini di Washington.



Senin, 13 Januari 2020 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak sempit di kisaran harga IDR 811,000 - 817,000 per barel. Sejauh ini, penurunan jumlah rig minyak AS serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi katalis positif yang mendukung harga minyak. Meski demikian, pasar juga fokus memantau perkembangan dari kesepakatan dagang fase pertama yang dijadwalkan akan ditandatangani hari Rabu ini.
Jumlah rig minyak AS dalam sepekan turun 11 rig ke level 659 rig berdasarkan laporan yang dirilis oleh Baker Hughes untuk pekan yang berakhir 10 Januari. Penurunan tersebut sekaligus juga merupakan penurunan selama dua pekan berturut-turut di tahun 2020.
Pasukan keamanan Iran dikerahkan dalam jumlah besar di seluruh ibukota pada hari Sabtu menghadapi aksi unjuk rasa pasca pengakuan dari Pengawal Revolusi bahwa Iran secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat penumpang asal Ukraina pada hari Rabu. Mehdi Karroubi, seorang pemimpin Gerakan Hijau oposisi Iran, menyerukan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, untuk mundur dari penanganan pesawat yang jatuh. Pemerintah asing mengecam tindakan Iran, dan Ukraina menuntut kompensasi atas kecelakaan tersebut.
Di samping itu, Iran dilaporkan telah menembakkan empat roket ke pangkalan udara Irak di utara Baghdad yang merupakan pangkalan tempat pasukan AS berlokasi. Tembakan roket tersebut melukai empat tentara Irak dan tidak ada korban dari AS karena sebagian besar pasukan AS telah meninggalkan pangkalan udara Al-Balad menyusul ketegangan antara AS dan Iran yang meningkat selama dua minggu terakhir.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada hari Minggu mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan komitmen dari China selama proses penerjemahan dokumen kesepakatan dagang fase pertama yang dijadwalkan akan dirilis ke publik dan ditandatangani minggu ini di Washington. Mnuchin menegaskan dalam kesepakatan tersebut China harus membeli produk pertanian AS senilai $ 40 miliar hingga $ 50 miliar setiap tahun dan total $ 200 miliar barang AS selama dua tahun.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 830,000 - 840,000 per barel serta kisaran Support di IDR 800,000 - 790,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
22:30 CAD - BoC Business Outlook Survey - - -
23:30 USA - 3 Month Bill Auction - - 1.52%
23:30 USA - 6 Month Bill Auction - - 1.52%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER