Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.16690 -0.03%
GBPUSD 1.27520 0.00%
AUDUSD 0.70450 0.14%
NZDUSD 0.65520 -0.05%
USDJPY 105.400 0.07%
USDCHF 0.92640 0.01%
USDCAD 1.33600 -0.06%
GOLDUD 1868.181 -0.08%
COFR 600604 0.67%
USD/IDR 14840 0.07%

Fokus Crude Oil:

      1. AS jatuhkan sanksi baru pada Iran atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
      2. Prospek ekonomi global tidak seburuk yang diperkirakan, ungkap IMF.



Jumat, 25 September 2020 - Harga minyak pada penutupan pekan pagi ini terpantau bergerak stabil di kisaran harga IDR 600,000 - 605,000 per barel. Memanasnya tensi antara AS dan Iran, serta pernyataan bernada positif dari IMF memberikan dukungan pada harga minyak. Meski demikian, kekhawatiran akan penurunan permintaan bahan bakar karena pembatasan baru serta prospek tambahan pasokan dari Libya memberikan sentimen bearish pada harga minyak.
AS memasukkan beberapa pejabat dan entitas Iran ke dalam daftar hitam atas dugaan pelanggaran berat hak asasi manusia, termasuk memberikan sanksi kepada hakim yang dikatakan terlibat dalam kasus pegulat Iran yang dijatuhi hukuman mati, ungkap Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada hari Kamis. Tindakan AS tersebut semakin meningkatkan tensi antara AS dan Iran, terlebih di awal pekan, AS telah memberlakukan sanksi baru terhadap kementerian pertahanan Iran dan pihak lainnya yang terlibat dalam program nuklir dan senjatanya, serta mendesak agar semua sanksi PBB terhadap Iran diberlakukan kembali.
Juru bicara IMF Gerry Rice pada hari Kamis melontarkan pernyataan bahwa prospek ekonomi global tidak seburuk yang diperkirakan, bahkan tiga bulan lalu data ekonomi dari China dan negara maju lainnya menunjukkan data yang lebih baik dari yang diharapkan. Pada bulan Juni, IMF memangkas perkiraan output global 2020 lebih lanjut, memperkirakan ekonomi global akan menyusut 4.9%, dibandingkan dengan kontraksi 3.0% yang diprediksi pada bulan April. Rice tidak memberikan angka perkiraan yang baru dalam pernyataannya tersebut. IMF akan merilis laporan terbaru mengenai Prospek Ekonomi Dunia pada 13 Oktober mendatang.
Sementara itu, rata-rata permintaan bensin di AS dalam empat minggu berada 9% di bawah permintaan tahun sebelumnya akibat pandemi yang membatasi perjalanan, ungkap data terbaru dari pemerintah. Peningkatan infeksi Covid-19 juga memicu kekhawatiran akan diberlakukannya kembali penguncian yang berpotensi membatasi permintaan untuk perjalanan dan bahan bakar. Sejauh ini, Inggris, Jerman, dan Prancis telah memberlakukan pembatasan baru untuk membendung penyebaran virus korona di negaranya.
Dari sisi pasokan, sebuah kapal tanker minyak dilaporkan tengah memuat kargo minyak mentah pada hari Kamis di salah satu dari tiga terminal Libya yang baru-baru ini dibuka kembali, dengan lebih banyak pemuatan diperkirakan terjadi dalam beberapa hari mendatang. Prospek kembalinya minyak Libya ke pasar menambah kekhawatiran akan pasokan minyak berlebih.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 630,000 - 650,000 per barel serta kisaran Support di IDR 570,000 - 550,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
19:30 USA - Durable Goods Orders MoM - 1.5% 11.2%
19:30 USA - Durable Goods Orders Ex Transp MoM - 1.2% 2.4%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER